JAKARTA - Selama masa pemerintahan SBY-Boediono, keadaan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga rakyat menurun hingga 74,4 persen. Daya beli masyarakat pun menurun sehingga memenuhi biaya kehidupan sehari-hari yang sangat berat karena disebabkan melonjaknya harga kebutuhan pokok.
Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survey (INES) Sudrajat Sacawitra, dalam pemaparan hasil survei lembaganya di Cava Cafe, Jakarta, Minggu (7/4/2013).
"Ditemukan bahwa keadaan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga rakyat menurun 74,4 persen. Sementara 12,6 persen mengatakan keadaan ekonomi selama masa pemerintahaan SBY-Boediono biasa saja," ungkap Sudrajat.
Lebih lanjut dia menambahkan, hanya 13 persen yang mengatakan keadan ekonomi dan kesejahteraan meningkat. "Itu pun hanya dikalangan kelompok usia muda yang cenderung menyatakan keadaan ekonominya meningkat beberapa tahun terakhir," jelasnya.
Dikatakan Sudrajat, metodologi survei INES ini menggunakan multistage random sampling dengan responden berjumlah 6.000 orang.
"Berdasarkan jumlah sample yang dianalisis, diperkirakan margin error sebesar kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan 98 persen. Survei dilaksanakan pada 18-30 Maret 2013," tukasnya.