Bukti Pemerintah Serius Pertahankan Merpati Air

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 14 April 2013 14:16 WIB
Ilustrasi. (Foto: Merpati Air)
Share :

JAKARTA - Salah satu bukti bahwa pemerintah serius untuk terus mempertahankan Merpati Nusantara Airlines adalah adanya tim yang dibentuk pemerintah untuk segera menghapuskan piutang negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang ada di Merpati dan merubahnya menjadi saham.

Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomo menjelaskan, tim tersebut diminta terus mengadakan lobby dan berusaha mendapatkan persetujuan dari para wakil rakyat.

"Bukti lainnya adalah adanya tim restrukturisasi dan revitalisasi yang dibentuk pemerintah untuk terus mempelajari bussines plan atau rencana bisnis Merpati ke depan," katanya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/4/2013).

Menurut Rudy, business plan tersebut menjadi dasar dari akan dikucurkan dana penambahan atau penyertaan  modal kerja dari pemerintah dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN). Busines Plan tersebut saat ini sedang dipelajari oleh PPA (Perusahaan Pengelola Aset)

"Pemerintah lewat menteri BUMN juga sudah memberikan kebebasan kepada manajemen untuk menjalin kerjasama strategis dengan mitra kerja baik dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung peningkatan kerja Merpati. Kerjasama tersebut dapat dalam bentuk penyertaan pesawat untuk dioperasikan oleh Merpati maupun kerjasama lainnya," katanya.

Lebih lanjut pria yang menyelesaikan pendidikan master-nya di Harvard Business School itu  menjelaskan, Saat ini sudah banyak lembaga bisnis baik berasal dari dalam maupun luar negeri yang sudah menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama bisnis dengan Merpati.

"Nota kesepahaman tersebut saat ini sedang dikaji oleh Merpati dan lembaga lembaga bisnis tersebut  untuk dituangkan dalam bentuk kontrak kerjasama, sehingga dapat segera diimplementasikan," tutur Rudi.

Implementasinya berupa pengiriman pesawat Airbus untuk segera dioperasikan Merpati maupun kerjasama peningkatan pelatihan kemampuan sumberdaya manusia dan pelatihan bidang lainnya. Sebagian dari nota kesepahaman tersebut sudah dituangkan ke dalam bentuk kontrak kerjasama yang sudah ditandatangani bahkan diimplementasikan. Seperti Kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero), dan STAA Singapore.

Lebih jauh lagi, Rudy mengungkapkan berbagai pihak berkeinginan menjalin kerjasama dengan Merpati, selain karena Merpati memiliki rute yang startegis, juga sudah dikenal luas oleh seluruh rakyat Indonesia terutama di wilayah pedalaman.

Yang tidak kalah pentingnya, Merpati memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas dan pusat perbaikan pesawat, Merpati Maintenance Facility  (MMF) yang sudah teruji kehandalannya dan diakui oleh maskapai penerbangan dalam dan luar negeri.

"Terus terang implementasi perjanjian kerjasama antar Merpati dengan pihak lainya, sedikit banyak terganggu oleh berbagai isu yang dihembuskan berbagai pihak yang tidak menyetujui Merpati bangkit dan profesional serta bebas KKN," jelasnya.

Rudi menambahkan, pihak pihak tersebut ada yang berasal dari luar Merpati ada juga mantan pegawai yang sudah diberhentikan. "Tapi Pemerintah tetap memberikan kepercayaan kepada manajemen dan sumber daya manusia Merpati yang ada saat ini," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya