JAKARTA - Kegagalan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Indonesia karena tidak memenuhi kualifikasi di Myanmar dinilai wajar. Pasalnya, Myanmar memberikan terlalu banyak memberikan persyaratan yang sulit.
"Telkom itu wajar jika tidak lolos tender, karena Myanmar memberikan persyaratan yang sulit. Telkom tetep masuk di pasar Myanmar," kata Pengamat Marketing Hermawan Kertajaya, seusai acara Rightsizing Pelni, di Gedung PT Pelni, Jakarta, Jumat (19/4/2013).
Hermawan melanjutkan, seharusnya Telkom mengutamakan ekspansi dalam negeri terlebih dahulu. Namun faktanya, Telkom sudah tidak memiliki saingan lagi di negeri sendiri.
Tidak hanya itu, Hermawan menilai saat ini perusahaan pelat merah (BUMN) sedang ditantang agar dapat bersaing di luar negeri, dan tidak hanya jago dalam negeri sendiri saja. "Tidak lolosnya Telkom kan karena Myanmarnya sendiri yang melihat peluang lebih baik, dan menaikan standarisasinya," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui adanya ketidakmudahaan untuk membuka usaha di Negara lain. Signal itu terlihat dengan tidak lolosnya Telkom dalam tender di Myanmar.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, kekalahan Telkom dalam tender di Myanmar karena tidak lolos dalam tahap kualifikasi.
(Martin Bagya Kertiyasa)