BANDUNG - PT Jamsostek (Persero) mengakui hingga kini masalah dana tak bertuan masih dalam proses. Sebelum Jamsostek berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maka dana tersebut akan diserahkan kepada negara.
"Jika hingga 2014 dana tersebut belum ada yang mencairkan, maka akan saya serahkan ke balai harta peninggalan," ujar Direktur Utama Jamsostek Elvyn GM Masassya, dalam press gathering, di Holiday Inn Bandung, Jumat (19/4/2013) malam.
Hal tersebut juga diungkapkan Direktur Keuangan Herdy Trisanto. Terkait dana tak bertuan tersebut, sebenarnya ada pesertanya, hanya saja dana tersebut belum diambil.
"Ada pesertanya, belum diambil saja, seperti yang dikatakan Dirut, dana tersebut sebelum perubahan menjadi BPJS harus sudah tersalurkan, bila tidak maka akan diserahkan ke balai harta peninggalan," ungkap dia.
Sebelumnya, tercatat dana tak bertuan Jamsostek mencapai Rp1,3 triliun. Dana tersebut belum tersalurkan ke peserta Jamsostek.
Elvyn juga sempat mengatakan bahwa saat ini pihak Jamsostek tengah berupaya menginformadikan kepada para pekerja yang memiliki hak terhadaap dan tersebut untuk mengambil dan mengurus dananya.
"Demi tertib administrasi kita komunikasikan kepada peserta atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tuturnya. (wan)
(Widi Agustian)