JAKARTA - Adanya dua harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, ditakutkan akan mempengaruhi pendapatan dari sektor multifinance. Meski demikian, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) mengklaim kebijakan BBM yang baru tidak akan banyak mempengaruhi pendapatan perseroan.
"BBM mungkin ada pengaruhinya di BII Finance, tapi dampaknya pada (kredit) konsumer tidak banyak," kata Presdir BII Khairussaleh Ramli di Sentral Senayan III, Jakarta, Senin (22/4/2013).
Dia mengatakan, kebijakan dua harga BBM bersubsidi tidak akan terlalu berdampak besar pada penjualan motor melalui sistem leasing. Sementara untuk kendaraan roda empat, diklaim masih akan tinggi, karena kebutuhan masih akan meningkat.
"Mereka yang punya mobil tidak mungkin menyimpan mobil di dalam rumah, tapi tetap akan menggunakanya. Hanya saja, mereka (leasing mobil) akan (sulit) meningkatkan pendapatanya," kata dia.
Oleh karena itu, dia menilai kebijakan dua harga BBM tidak akan banyak mempengaruhi konsumen. Namun, untuk meningkatkan pendapatan perseroan, maka BII akan terus melakukan ekspansi bisnisnya di BII Finance.
(Martin Bagya Kertiyasa)