Dahlan: Dulu Minjem Duit Harus Nyogok

Rezkiana Nisaputra, Jurnalis
Senin 22 April 2013 12:28 WIB
Menteri BUMN, Dahlan Iskan. (Foto: Heru/Okezone)
Share :

JAKARTA - Guna mendapatkan kredit dari perbankan, terutama pelat merah, maka dibutuhkan 'tambahan' untuk memuluskan pinjaman tersebut. Namun, saat ini kondisi tersebut telah berubah.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku, jaman dulu untuk meminjam kredit kepada Bank khususnya Bank BUMN, dia harus menyogok walaupun itu hanya memberi hadiah.  Namun saat ini Bank BUMN sudah mengalami perubahan dan tidak ada lagi sistem sogok menyogok.

"Saya bangga dengan perkembangan bank BUMN khususnya Mandiri saat ini. Perubahan terus terjadi dan mimpi saya terhadap perbankan BUMN telah tercapai, sudah tidak ada lagi sogok menyogok jika ingin kredit," kata Dahlan Iskan saat acara Chief Financial Officer (CFO) Forum “Investing for Innovation” di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (22/4/2013).

"Dulu pinjam kredit dengan di sogok sekarang tidak lagi. Itu kan kebanggaan karena dulu saya pernah bermimpi mencari kredit tapi tidak usah nyogok, tidak usah ngasih hadiah, dan sekarang sudah terkabul," tambah dia.

Dahlan mengungkapkan, bahwa dirinya tidak menyangka saat ini Bank BUMN sudah bisa menghilangkan kebiasaan sogok-menyogok tersebut. Saat ini kebiasaan itu telah hilang sampai di pelosok daerah.

"Dulu itu bank swasta bunganya tinggi tapi jelas bunganya. Sekarang saya sampai ke daerah dan cabang sama sekali tidak lagi dengar istilah nyogok atau memberi hadiah, saya tidak sangka Bank BUMN bisa hilangkan kebiasaan itu," tutup Dahlan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya