JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) menyatakan, pembangunan Pelabuhan Sorong masih terganjal oleh Keputusan Presiden (Kepres) yang masih tertahan. Kepres tersebut, direncanakan akan diterbitkan dalam jangka waktu satu sampai dua bulan dari awal dokumen perizinan.
"Rencananya, dalam satu-dua bulan (setelah Maret 2013) akan dikeluarkan kepresnya. Terhitung kan dari bulan lalu, ya awal Juli masih tertahan kepresnya," kata Direktur Utama Pelindo II RJ Lino di Four Seasons Hotel, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Lino melanjutkan, Pelindo membutuhkan dana untuk pembangunan Pelabuhan Sorong sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut, diperoleh dari dana kas internal dan pinjaman dari luar.
Tidak hanya itu, Lino menargetkan pembangunan pelabuhan hingga 2015 atau selama dua tahun lamanya pembangunan. "Kita tunggu kepresnya, jika keprsesnya sudah terbit, kita sudah bisa groundbreaking," jelas dia.
Menurutnya, Pelabuhan Sorong akan menjadi salah satu pusat pelabuhan besar di Indonesia, serta akan menjadi koridor baru untuk Indonesia. "Kami tidak meminta APBN, yang kita mau hanya perizinannya dimudahkan," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)