JAKARTA - PT Trans Retail Indonesia, pengelola ritel Carrefour menganggap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah sebuah tantangan di dunia usaha, khususnya sektor retail.
Head of Public Affairs Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengatakan, kenaikan BBM akan berdampak langsung kepada pengusaha retail. "Biaya oprasional pasti akan meningkat, lebih cenderung meningkatkan harga jual, harga-harga naik tidak terkendali, inflasi juga menjadi dampaknya," kata Satria, di Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
Menurut Satria, jikalau harga BBM naik, yang pertama kena dampaknya yakni kepada biaya operasional perusahaan retail, selain harga BBM, adapula yang harus dihadapi oleh pengusaha retail, yakni masalah Upah Minimum Pegawai (UMP) dan kenaikan tarif listrik.
Satria mengungkapkan, Carrefour akan terus menjaga daya beli konsumen retail tetap terjaga, walaupun dengan harga BBM naik sekalipun. "Karena kita bisnis usaha yang mengembangkan usaha dengan mendistribusikan barang hingga wilayah pelosok," tambahnya.
Maka dari itu, selain menjaga daya beli konsumen, Satria juga berharap kepada pemerintah agar memperhitungkan dengan matang, terkait dengan rencana pemerintah yang ingin menaikkan harga BBM.
"Pemerintah harus memperhitungkan dampaknya secara makro, karena kita bisnis usaha yang mengembangkan usaha dengan mendistribusikan barang hingga wilayah pelosok," tutupnya.
(Widi Agustian)