BI Taksir Ekonomi RI Kuartal II Stagnan

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Selasa 14 Mei 2013 15:29 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Perekonomian Indonesia pada triwulan I-2013 tumbuh 6,02 persen, melambat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,11 persen. Tingkat pertumbuhan ini, juga lebih rendah daripada perkiraan Bank Indonesia (BI) sebesar 6,2 persen.

"Perlambatan Produk Domestik Bruto (PDB) bersumber dari permintaan domestik yang menurun, di tengah pemulihan ekspor yang masih terbatas," jelas Direktur Eksekutif Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Budianto, seperti dilansir dari situs BI, Selasa (14/5/2013).

BI menilai, konsumsi rumah tangga tumbuh melambat sejalan dengan menurunnya daya beli akibat inflasi bahan makanan, dan meningkatnya ekspektasi inflasi terkait dengan ketidakpastian kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

"Konsumsi pemerintah tumbuh rendah di awal tahun karena masih terbatasnya serapan belanja, khususnya belanja barang," tambahnya.

Di sisi lain, investasi, khususnya nonbangunan, cenderung melambat dipengaruhi oleh prospek permintaan domestik dan internasional yang terbatas. Sejalan dengan melambatnya investasi dan konsumsi, impor mengalami kontraksi," jelas dia.

Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2013 diprakirakan juga akan lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dan berada di tingkat yang tidak jauh berbeda dari tingkat pertumbuhan triwulan I-2013.

"Untuk keseluruhan 2013, perekonomian Indonesia diprakirakan akan mengarah ke batas bawah kisaran proyeksi 6,2-6,6 persen," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya