GRESIK - Kelangkaan elpiji meluas harga elpiji melonjak hingga Rp18 ribu. Kelangkaan elpiji ukuran tiga kilogram (kg) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gresik. Meski harga di tingkat agen atau distributor tidak ada kenaikan, tetapi harga jual di tingkat pengecer melonjak hingga mencapai Rp18 ribu per tabung.
Antrean warga berburu elpiji ukuran tiga kg kini menjadi pemandangan sehari-hari yang terjadi di sejumlah agen atau distributor tersebar di sejumlah wilayah.
Sejak pagi pukul 06.00 Wib warga terus berdatangan dan rela mengantre di sejumlah agen dengan membawa kartu identitas penduduk (KTP) dan kartu kendali yang diterbitkan pihak agen.
Selain mewajibkan pembelinya mengantongi kartu kendali dan KTP, pihak agen juga memprioritaskan pembelian khusus untuk warga Gresik. Meski pihak agen telah menerapkan aturan ketat tetapi cukup banyak warga yang harus pulang dengan tangan hampa karena tidak kebagian jatah elpiji.
Sejumlah warga mengatakan, kelangkaan elpiji menyebabkan harga di tingkat pengecer melonjak hingga Rp18 ribu per tabung ukuran tiga kg. Sejak dua pekan kemarin warga harus rela mengantre di sejumlah agen atau distributor karena banyak pengecer di Gresik yang tutup karena kehabisan persediaan.
"Sulit cari elpiji sejak dua pekan. Harganya juga sekarang Rp18 ribu." ujar Sasongko kepada wartawan, Kamis (16/5/2013).
Hari Siswandi yang merupakan salah setu distributor elpiji mengatakan, tidak ada pengurangan kuota dari Pertamina, yang rutin memasok sebanyak 560 tabung atau satu truk per hari.
Namun, karena warga dari berbagai penjuru wilayah di Gresik terus berdatangan sehingga kuota sebanyak 560 tabung ludes terjual hanya dalam waktu kurang dari dua jam.
"Warga dari berbagai penjuru berdatangan membeli elpiji. 560 tabung dalam waktu dua jam habis." tutur Siswandi. (wan)
(Widi Agustian)