Boleh Beli BBM Subsidi Full, Asal...

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 17 Mei 2013 16:37 WIB
Share :

JAKARTA - Rencana pemerintah untuk membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tampaknya akan mengerucut. Pasalnya, isu pembatasan pembelian BBM subsidi 0,7 liter per hari sudah dibantah Pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan beleid yang akan dikeluarkan tidak ada proses pembatasan seperti isu yang berkembang di lapangan. Nantinya, pemerintah lebih cenderung melakukan pembatasan dan pengawasan kendaraan yang sering mengisi berulang ketika kapasitas tangki kendaraan sudah penuh dengan BBM subsidi.

"Tidak dibatasi. Mobil juga tidak dibatasi prinsipnya. Cuma nanti kalau harganya mahal, mereka mikir dong. Kalau isi berkali-kali tidak bisa. Ini pakai teknologi. Misalnya siang isi 40 liter. Nanti pakai seliter tuang di mana terus isi lagi. Itu nanti bisa ketahuan, nah itu yang kita awasi dengan alat RFID," ujar Jero seusai konfrensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Jero menjelaskan, nantinya setiap kendaraan boleh membeli BBM subsidi secara full dalam satu hari, dengan pencatatan RFID akan ketahuan kendaraan ini membeli berapa kali BBM subsidi dalam satu hari.

"Ya sekali saja. Seisinya mobil itu saja. Jadi jangan dibikin ruwet. Yang isinya bolak-balik itu yang dikontrol. Supaya tidak ada penyimpangan," jelas Jero.

Dengan begitu, Jero mengimbau ke masyarakat agar tidak panik dalam membeli BBM subsidi. Pasalnya tidak akan ada pembatasan 0,7 liter per hari untuk motor dan tiga liter per hari untuk mobil.

"Itu hanya hasil riset saja. Dulu kan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) Kementerian ESDM dan Universitas Indonesia melakukan kalkulasi konsumsi rata-rata kendaraan bermotor," tegas Jero.

Menurut riset tersebut, biasanya per harinya orang yang menggunakan sepeda motor hanya mengonsumsi BBM subsidi berkisar 0,7 liter. Dia membantah hasil dari penelitian tersebut juga bakal diimplementasikan dalam teknologi informasi yang diwadahi PT Pertamina (Persero).

"Itu hanya penelitian rata-rata. Kalau dibatasi seperti itu yang ada wartawan juga pada marah," tandas Jero. (wan)

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya