Pengembangan Wilayah Suramadu Butuh Dana Rp150 T

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Senin 20 Mei 2013 13:04 WIB
Ilustrasi. (Foto: Situs BPJT)
Share :

JAKARTA - Setelah empat tahun beroperasi Jembatan Suramadu belum mendongkrak perekonomian kawasan di sekitarnya dengan maksimal, terutama di sisi Madura. Diperkirakan, butuh Rp150 triliun untuk mengembangkan wilayah ini.

“Akan dibangun kawasan perdagangan dan jasa, pelabuhan, kawasan industri, sarana jalan tol dan pemukiman sekitar,” kata Deputi Pengendalian Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, Agus Wahyudi, seperti dilansir dari situs Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Selasa (20/5/2013).

Percepatan tersebut, hingga dengan 2024 ditagetkan mencapai 8 persen pengembangan perekonomian kawasan Suramadu. Kaki jembatan Suramadu seluas 250 ha di Surabaya dan 600 ha di wilayah Madura akan dibangun menjadi beberapa kawasan.

Selain itu, pelabuhan peti kemas, di Madura juga akan dibangun di atas lahan seluas 600 hektar. Menurut Agus, dana tersebut hanya sebagian kecil yang akan didapatkan dari pemerintah. ”Yakni lebih dominan swasta,“ ujarnya.

Pemerintah memberikan anggaran untuk membangun kawasan Madura mencapai Rp390 miliar untuk tahun ini. “Tahun kemarin hampir sama anggarannya,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pemerintah memberikan anggaran sebesar Rp600 miliar untuk pembebasan lahan. "Tidak harus selalu dari pemerintah yang memulai, yang penting pemerintah memberikan investasinya,” katanya.

Oleh karena itu, Agus berpendapat akan lebih baik jika pemasukan dari jalan tol Suramadu digunakan untuk pembangunan jalan tol lagi. "Jika tidak masuk kas negara," tambah dia.

Selama ini, pendapatan dari jembatan tol masuk kas negara yang ditampung oleh Kementerian PU, dikarenakan belum adanya legalitas ke mana pendapatan tersebut akan mengalir.

Menurut Agus, dengan adanya pengecualian kebijakan untuk pendapatan tol Suramadu, pengembangan kawasan di Madura akan lebih berkembang, “Pembangunan jalan tol akan mengembangkan kawasan di sekitarnya seperti kawasan industri, jasa permukiman, pergudangan, dan pelabuhan," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya