JAKARTA - Kendati kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih belum diputuskan, dampak sudah terasa bagi perusahaan jasa pengiriman barang JNE.
CEO JNE, Johari Zen mengatakan, dengan kenaikan harga BBM akan membuat biaya oprasional untuk Jabodetabek naik sebesar 13,6 persen dari harga oprasional sebelumnya.
"Realnya belum terjadi, yang terjadi kenaikan oprasionalnya, untuk tarif Jabodetabek naik 13,6 persen," kata Johari saat acara Kebangkitan Nasional kedua Kebangkitan Merek Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Johari menjelaskan, pihaknya telah melakukan proses penyesuaian harga mulai dari pertengahan april. Di mana sampai diputuskannya dirinya menetapkan kenaikan di 13,6 persen.
Namun, Johari hari berkilah bahwa dampak terbesar yang menyebabkan cost perusahaan jasanya terjadi akibat kenaikan Upah Minimum Pegawai (UMP).
"UMP faktor utama cost kita yang besar, BBM tidak terlalu besar," tuturnya.
Selain itu, Jauhari menyebutkan sampai saat ini JNE memiliki outlet 3.000 dengan karyawan sebanyak 6300 karyawan, belum termasuk agen. Jika di kalkulasikan dengan agen, totalnya mencapai 10 ribu. (wan)
(Widi Agustian)