BANDUNG - Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) akan terus dilakukan. Untuk itu, SKK Migas akan bekerjasama dengan Kementerian ESDM untuk melanjutkan program konversi ini.
"Tahun ini ada 5.000 kendaraan yang akan kita konversi," ujar Kepala divisi penunjang SKK Migas Iwan Ratman di Trans Hotel Bandung, Rabu (22/5/2013).
Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, saat ini sudah dibangun tiga SPBG, dan sampai akhir 2013, ditargetkan masih dapat dibangun 27 SPBG. "Kita baru bangun tiga SPBG, dan tahun ini kita akan bangun 30 SPBG," tukas dia.
Selain itu, konversi juga dilakukan pada kapal laut yang menggunakan BBM jenis solar. "Kerjasama dengan Direktorat Perhubungan Laut, adalah untuk mendukung konversi BBM ke BBG," kata dia.
Iwan mengatakan, konversi BBM ke BBG mendatangkan banyak keuntungan, pasalnya harga BBG jauh lebih murah dan ramah lingkungan. Dia mengatakan, penerapan BBG akan dilakukan pada semua transportasi di kawasan industri hulu migas, Jakarta, dan daerah yang memiliki transportasi dalam jumlah yang signifikan.
"Ada di Jakarta, dan ada juga yang diaplikasikan di daerah yang mempunyai transportasi darat dengan jumlah signifikan, seperti di Sumatera Selatan," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)