JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan akan bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, guna menyelesaikan pembebasan lahan yang belum terselesaikannya untuk pembangunan bandara baru di Kulonprogo.
Corporate Secretary AP I Farid Indra Nugraha mengatakan, terganjalnya proses tersebut dikarenakan belum ada titik temu mengenai harga pembiayaan lahan masyarakat daerah tersebut.
"Kami rencanakan minggu depan ketemu lagi dengan sultan, karena banyaknya calo tanah, banyaknya warga yang jauh minta harganya dari yang kita harapkan," kata Farid saat diskusi santai dengan wartawan di Nam Hotel, Jakarta, Rabu (22/5/2013).
Farid menjelaskan bahwa komposisi lahan tersebut 40 persen dimiliki oleh sultan dan sekitar 60 persen atau sisanya dimiliki oleh masyarakat. "Kalau dari pihak sultan sih mereka menyatakan siap," terangnya.
Tidak hanya itu, menurut Farid, jika sudah menemukan titik temu antara masyarakat mengenai pembebasan lahan, proses pembangunan akan dimulai 2015.
"Dari FS kita deal mulai pembangunan 2015 baru mulai bangun selesai dua tahun setengah," tambahnya.
Selain itu, untuk menyebutkan berapa total investasi untuk pembangunan tersebut, Farid menegaskan bahwa investasi tersebut tidak dapat ditetapkan, pasalnya investasi tersebut masih tergantung dari harga lahan dan sektor akses yang proyeknya belum ditetapkan siapa yang akan menggarap.
"Dan jika fix akan dibangun, makan akan ada tata ulang, karena kan kita hanya memindahkan Bandara Adisucipto ke ke Kulonprogo," tutupnya. (wan)
(Widi Agustian)