Duh, Pipa Bawah Laut PGN Bocor di Kedalaman 23 Meter

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 23 Mei 2013 09:13 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Jaringan pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengalami anomali operasi dengan munculnya gelembung udara sebagai indikasi awal terjadinya kebocoran pipa transmisi.

Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda mengatakan setelah dilaksanakan inspeksi dan pemeriksaan awal serta koordinasi dengan dinas-dinas terkait, PGN mengonfirmasi bahwa telah terjadi kebocoran di pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi.

Titik kebocoran berada pada kedalaman 23 meter di bawah permukaan laut. Lokasi di sekitar wilayah kebocoran saat ini sudah dilokalisir untuk menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

Jobi menjelaskan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan awal untuk menghindari timbulnya dampak yang membahayakan bagi keselamatan transportasi kelautan, aktivitas nelayan, dan juga operasional penyaluran gas bumi.

"Pipa dengan diameter 32 inchi tersebut akan segera diperbaiki sehingga gangguan penyaluran gas ke konsumen dapat diminimalisir," ujar Jobi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Jobi menambahkan, beberapa langkah preventif dilakukan oleh tim tanggap darurat salah satunya dengan  melakukan penurunan tekanan pada jaringan pipa transmisi tersebut untuk mencegah meluasnya titik kebocoran dan menjaga kondisi jaringan.

"Memperhatikan kondisi kebocoran pada pipa dan meminimalisir dampak gangguan penyaluran gas kepada pelanggan maka manajemen memutuskan untuk melakukan perbaikan pipa transmisi tersebut dengan metode repair clamp," tambahnya.

Dengan ketersediaan perlengkapan pendukung dan jasa teknis, lanjut Jobi berharap  dalam beberapa hari ke depan pipa tersebut dapat beroperasi normal. Saat ini, tim PGN sedang melakukan mitigasi risiko baik mengenai hal teknis dan komersial dan dampaknya terhadap pelayanan pelanggan. Komunikasi awal telah dilakukan dan disampaikan kepada regulator, pelanggan, dan pihak-pihak terkait.

Langkah selanjutnya PGN akan menunjuk pihak ketiga yang profesional untuk mengevaluasi, memberikan rekomendasi, dan melaksanakan perbaikan apabila diperlukan untuk mengembalikan integritas jaringan pipa tersebut.

"Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama seluruh stakeholder bagi suksesnya upaya perbaikan ini sehingga penyaluran gas bumi ke Jawa Barat dapat segera berjalan normal," tandasnya.

Sekadar informasi, terjadinya anomali operasi pada jaringan pipa transmisi offshore SSWJ jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi di Kilometer Point (KP) 138-139 (disekitar wilayah Pulau Damar), Selasa 21 Mei pukul 10.40 WIB.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya