Menkeu: RPJMN Sudah Tak Relevan

Fakhri Rezy, Jurnalis
Kamis 23 Mei 2013 15:21 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan ada perbedaan asumsi pertumbuhan pada Rancangan APBN 2014 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Pasalnya, RPJMN dibentuk sebelum situasi global mengalami krisis.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, dalam RPJMN pertumbuhan ekonomi pada 2014, diperkirakan akan mencapai 7,2-7,7 persen. Sedangkan dalam Rancangan APBN 2014 pertumbuhan dipatok 6,4-6,9 persen.

"Karena tentunya di RPJMN dibuat saya kira antisipasi terhadap situasi global belum sedalam ini. Ternyata, recovery di Amerika Serikat (AS) itu juga lebih lambat dari perkiraan kita," katanya di DPR RI, Jakarta, Kamis (23/5/2013).

Dia mengungkapkan, situasi di Eropa juga belum menemukan jalan keluar. Menurutnya, penyelesaiannya bukan saja demokrasi ekonomi, saja soal keputusan politik. Namun, dia belum dapat memastikan apakah pertumbuhan di batas atas atau bawah.

"Ini yang sedikit banyak mempengaruhi, tetapi yah harus tetap dilihat dispute ada pengaruh ekonomi global, di mana ekonomi domestiknya sendiri masih sangat strong, kalau kiat bicara pertumbuhan 6,4-6,9 persen itu sebetulnya remarkable," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya