JAKARTA - Ketidakpastian kebijakan tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih menjadi faktor yang dapat menahan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Di sisi lain, kemungkinan berlanjutnya pembelian surat utang oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) dan pemaparan outlook ekonomi AS diharapkan masih menjadi sentimen positif yang dapat menopang bursa.
"Mempertimbangkan hal itu, kami melihat IHSG akan bergerak di kisaran 5.150-5.240 pada hari ini," kata Research Analyst Kresna Securities, Etta Rusdiana Putra di Jakarta, Kamis (23/5/2013).
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,3 persen di level 5,207 pada perdagangan kemarin yang ditopang oleh sektor infrastruktur, yakni saham PGAS dan TLKM dan media, yakni MNCN dan SCMA.
"Kami melihat pergerakan IHSG yang relatif terbatas pada perdagangan kemarin masih dalam batas yang wajar, tertahan oleh ambil untung jangka pendek setelah IHSG kembali mencetak rekor baru," jelasnya.
Sentimen domestik masih relatif kondusi, meskipun pemerintah melakukan revisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6,2 persen yoy, angka tersebut masih sejalan dengan perkiraaan pelaku pasar yang memperkirakan ekonomi tumbuh 6,3 persen yoy.
"Dari global pun, kami melihat sentimen masih cukup kondusif, terutama terkait dengan mulai stabilnya pasar surat utang di Uni Eropa," imbuh dia.
(Widi Agustian)