JAKARTA - PT Wijaya Karya (Wika) menyebutkan hingga Mei 2013, pihaknya telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp6 triliun dari target kontrak Wika yang sebesar Rp20,76 triliun, atau baru 17,73 persen pencapaian kontrak tersebut.
Corporate Seceretary Wijaya Karya Natal Agrawan mengatakan bahwa pencapaian kontrak baru Rp6 triliun belum terhitung dari peraihan kontrak dari para anak usaha Wika, yakni Wika Beton dan Wika Realty.
"Sampai mei ini kontraknya Rp6 triliun dari Rp20 triliun, Rp6 triliun ini belum terhitung dari anak usaha Wika Beton dan Wika Realty," ungkap Natal kepada wartawan di Sari Kuring Restaurant, SCBD, Jakarta, Rabu (12/6/2013).
Namun, Natal berharap pada Juni ada akumulatif sekitar Rp1 triliun dari proyek-proyek besar WIKA. "Diharapkan Juni ini karena ada beberapa proyek besar, yang akumulatifnya Rp1 triliun lebih," tambahnya.
Selain itu, Natal menjelaskan salah satu kontrak baru tersebut, yakni pekerjaan engineering procurement, contruction, dan Comissioning (EPCC) of New Condensate and Diesel Tanks British Petroleum Ltd (BP) dengan nilai kontrak US$39,82 juta.
"Rencana proyek ini akan berlangsung selama 24 bulan, terhitung sejak mei 2013, lingkup pekerjaan meliputi detailed engineering design, procurement, fabrication, transportation, (mobilization dan demobilization), installation, testing and pre-commisioning serta provisional work yang terdiri dati tie-ins, retrofit, hydro water importation," tambahnya.
Selain itu, beberapa proyek. Yang telah diperoleh Wika per Mei 2013, antara lain proyek PLTU Cilacap, PDAM Sunggal, pembuatan udara Miangas, pembangunan konstruksi sisi udara Bandara Samarinda Baru, pembangunan bendungan Wain, pembangunan Jalan Ram 3 dan Jalam Km 13 Kariangau, pembangunan flyover Simpang Air Hitam, perbaikan darurat bencana reupsi merapi, proyek Bengawan Solo, dan proyek penangan Kali Keruh Brebes. (wan)
(Widi Agustian)