JAKARTA - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) mengakui kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akan menggangu penghasilan omzet pada minggu pertama kenaikan.
"Biasanya seminggu dua minggu biasanya slow down, tapi tidak lama. karena ada efek psikologis," ungkap Ketua Umum Hiswana Migas Eri Purnomohadi di kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Senin (17/6/2013).
Eri menjelaskan, meskipun akan mengalami penurunan omzet, namun turunnya tidak terlalu besar sekitar 20-25 persen slow down dari rata-rata harian.
"Jadi misalnya biasanya jual 20 ton bisa turun jadi 15 ton. Supaya tidak nambah modal kerja biasanya kita tambahi stok di malam kenaikan itu. tapi kan tidak tahu naiknya kapan, jadi kita stok saja dulu," ungkap Eri.
Kendati mempengaruhi omzet para pengusaha SPBU pascakenaikan BBm subsidi, menurut Eri, hal itu akan kembali stabil apabila ada dikompensasi dengan tanbahan margin yang akan diberikan oleh Pemerintah dan telah disetujui DPR.
Seperti yang diketahui, dalam waktu dekat Pemerintah akan menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp6.500 per liter untuk Premium dan Rp5.500 per liter untuk Solar. (wan)
(Widi Agustian)