Bos Pertamina: Potensi Papua Nugini Cukup Besar!

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 18 Juni 2013 13:19 WIB
Karen Agustiawan. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan perusahaan minyak asal Papua Nugini, National Petroleum Company of PNG (Kroton) Limited (NPCP), menandatangani nota kesepahaman untuk menjajaki kemungkinan bisnis bersama di sektor minyak dan gas di kedua negara.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan disela-sela kunjungan Perdana Menteri Papua Nugini berikut delegasi dan forum bisnisnya di Jakarta, Indonesia, Selasa (18/6/2013). Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Chairman NPCP Frank Kramer.

Karen Agustiawan mengatakan, kerjasama dengan perusahaan minyak asal Papua Nugini mencakup keseluruhan negara Papua Nugini, walaupun masih membutuhkan proses seismik mengenai potensi di sana.

"Sebetulnya kami melihat potensi negara Papua Nugini cukup besar. Kami melakukan study kerja sama dulu," ungkap Karen di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (18/6/2013)

"Belum ada survei sama sekali, kita mulai dari nol. Kita melalui proses survei seismek, setelah seismik akan menggunakan ada hasilnya. Nanti kita akan joint grup, dengan lakukan tim evaluasi," sambungnya.

Selain itu, menurut Karen, perjanjian kerjasama dengan perusahaan NPCP juga akan menawarkan listrik center yang di punyai Indonesia dan juga ditawarkan masuk ke Pertamina.

Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari hasil kunjungan delegasi Papua Nugini ke Jakarta yang berlangsung pada 21-22 Mei untuk mendiskusikan kolaborasi di berbagai sektor bisnis di antara kedua negara, termasuk bisnis minyak dan gas bumi.
 
Nota kesepahaman ini mendefinisikan inti kerjasama yang disepakati oleh kedua perusahaan nasional yang bermaksud untuk melakukan studi dan mencari kemungkinan peluang bisnis bersama di proyek-proyek minyak dan gas bumi, baik di Papua Nugini, Indonesia dan atau di negara lain.

Kerjasama ini termasuk di dalamnya pertukaran keahlian dan pengetahuan di berbagai segmen mata rantai hidrokarbon, terutama di bisnis hulu, partisipasi pada kegiatan eksplorasi dan produksi di proyek minyak dan gas bumi, identifikasi peluang bisnis bersama di industri gas alam dan LNG, termasuk mengembangkan proyek LNG.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya