JAKARTA - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dinilai sudah sangat tepat dilakukan saat ini. Pasalnya, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang harga BBM-nya sangat murah.
"Kemarin ada fraksi yang mengemukakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang harga BBM-nya termurah di ASEAN. Kalau saya lihat kita bukan salah satu negara yang BBM murah tapi negara yang paling termurah, bahkan dibandingkan dengan negara Timor Leste, Kamboja dan Vietnam," tutur Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro, di Gedung Kementrian Keuangan, Jakarta, selasa (18/6/13).
Menurut Bambang, harga BBM yang murah hanya tepat bagi negara-negara sumber penghasil minyak yang besar yang memiliki cadangan minyak yang cukup.
"Harga minyak murah hanya ada di negara yang produksi dan cadangan minyaknya besar seperti Venezuela dan Arab Saudi yang produksi minyaknya jutaan barel," jelasnya.
Dia mengatakan, tidak ada negara yang produksi minyaknya kecil tapi harga minyaknya murah seperti yang terjadi di Indonesia selama ini.
"Ini anomali yang harus kita lihat. Kalau kita habiskan sekarang yang rugi adalah penerus negara berikutnya. Salah-salah kita bisa jadi full importir dari yang tadinya nett importir,” tambahnya.
(Widi Agustian)