JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menyebutkan kontribusi pendapatan dari Telkom Internasional masih terbilang kecil. Telkom Internasional baru memberikan kontribusi sekitar dua sampai tiga persen terhadap total revenue Telkom.
Maka dari itu, Direktur Utama Telkom Arif Yahya menargetkan pada 2015 Telkom internasional mampu berkontribusi minimal 10 persen terhadap total revenue Telkom.
"Sampai dengan saat ini pendapatan dari Telin masih rendah sekitar 2-3 persen. Kita harapkan itu bisa tingkatkan tahun ini menjadi 4 persen, dan akhirnya tahun 2015 minimal 10 persen terhadap total revenue Telkom," ungkap Arif kepada wartawan di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
Arif menjelaskan, salah satu cara untuk menambahkan kontribusi tersebut, yakni dengan menargetkan 100.000 warga negara Indonesia (WNI) dari 140.000 WNI yang saat ini berada di Hong Kong, untuk menjadi pelanggan Telkom.
"Tetapi meskipun hanya 100.000 di Hong Kong, arpunya itu bisa mencapai lima kali lipat kita, jadi setara denagn Rp500.000 per bulan. Di sana USD20, di kita USD14," jelasnya.
Selain itu, Arif menyebutkan untuk menjajaki Australia tidak melakukan start dengan telekomunikasi terlebih dahulu, melainkan mulai dengan bisnis outsourcing. Lebih melihat comparative advantage. Pasalnya bisnis outsourcing di Australia mahal.
"Misalnya contact center, data entry, digital document itu mahal banget di sana. Masuk dengan harga 70 persen itu kita masih untung besar di sana," tutupnya. (wan)
(Widi Agustian)