JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) gagal bertahan di zona positif. Hal itu setelah pelaku pasar banyak melepas mata uang Asia seiring dengan akan diadakannya pertemuan The Fed Rabu, 19 Juni waktu AS.
"Pelaku pasar berspekulasi bahwa The Fed akan menyampaikan rencananya untuk mengurangi program pembelian obligasinya," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (19/6/2013).
Di sisi lain, rilis Bank of Japan (BoJ) terhadap kenaikan current account Jepang, yang berimbas pada pelemahan yen Jepang, dan pernyataan Reserve Bank of Australia (RBA) bahwa dolar Australia kemungkinan akan melemah turut menambah sentimen negatif.
"Kondisi pelemahan tersebut diperparah dengan tambahan berita negatif dari kenaikan yield obligasi Indonesia untuk tenor 10 tahun, dan turunnya consumer confidence Indonesia," jelas Reza.
Pada perdagangan kemarin, Kurs tengah Bank Indonesia (BI) tercatat Rp9.968 per USD, di harga jual dan Rp9.868 per USD di harga beli. Yahoofinance mencatat rupiah berada di level Rp9.890 per USD, sementara Bloomberg mencatat rupiah berada di level Rp9.908 per USD.
(Martin Bagya Kertiyasa)