DEPOK - Dampak gonjang-ganjing rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus mempengaruhi harga pasar. Harga kebutuhan pokok juga sudah merangkak naik sejak dua pekan terakhir.
Pelaku usaha kecil menengah (UKM) tentu paling terkena imbasnya. Hal itu berpengaruh besar pada ongkos produksi.
"Kalau ditanya, semua kena dampaknya apalagi pelaku UKM. Sebab, ongkos produksi naik, profit semakin kecil dan gerakan semakin sulit," kata Ketua Asosiasi UKM Depok Santoso kepada wartawan, Rabu (19/06/2013).
Dia mencontohkan, pada usaha fesyen yang terkena imbas biaya kenaikan listrik. Akibatnya, produksi turun, belum lagi kalah bersaing dengan produk China yang sudah membanjiri pasaran. Barang dari lokal dipastikan tidak mampu bersaing
"Dengan besarnya biaya produksi, pendapatan, omset, kualitas produksi menurun. Ujung-ujungnya kalah saing. Kalau kondisi ini dibiarkan, tentu berdampak buruk bagi kami," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan harga BBM tak bisa ditawar. Namun, bila kondisi tersebut berlanjut bisa berujung pada pengurangan produksi, pengurangan karyawan dan tutup. Untuk itu, dirinya berharap agar ada bantuan berupa insentif, promosi, fasilitas kegiatan.
"Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah, kita akan colaps juga. Ini riil, contohnya dari bidang kuliner yang kena dampaknya. Memang sayur tidak tajam naiknya, tapi ongkos dan lainnya naik," paparnya. (wan)
(Widi Agustian)