Laba Pemilik KFC Terancam Kenaikan Harga BBM

Rizkie Fauzian, Jurnalis
Rabu 19 Juni 2013 18:27 WIB
ilustrasi: (foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatatkan penurunan pada laba bersih sebesar 197 persen menjadi Rp12,71 miliar dari Rp37,71 miliar pada kuartal I-2013. Penurunan tersebut karena terjadi kenaikan pada beban operasional sebesar 6 persen menjadi Rp354,33 miliar dari sebelumnya Rp333,87 miliar.

Direktur Keuangan FAST Justinus D Juwono mengatakan, kenaikan pada beban tersebut disebabkan oleh kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 40 persen. Selain itu kinerja perseroan juga berpotensi semakin tertekan seiring kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

"Kenaikan UMP sebesar 40 persen menambah beban kami, selain itu kenaikan BBM juga mampu melemahkan daya beli masyarakat," jelas Justinus Djuono, Direktur Keuangan FAST, Rabu (19/6).

Justinus mengatakan perseroan juga membukukan pendapatan sebesar Rp890,36 miliar atau naik 9 persen dibanding periode sebelumnya sebesar Rp815,31 miliar. Sementara itu perseroan menargetkan pendapatan hingga akhir tahun 2013 sebesar Rp4 triliun.

"Hingga Mei kami sudah mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun,"jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Justinus  pihaknya sedang mengkaji beberapa opsi sebagai langkah untuk lebih efisiensi kenaikan harga sebagai respon kenaikan UMP dan BBM dengan mengurangi pengeluaran - pengeluaran yang tidak perlu.

"Kami akan melakukan langkah efisiensi dengan mengurangi pengeluaran di gerai seperti tidak melengkapi fasilitas pelengkap gerai KFC dan  tidak akan merekrut karyawan baru hingga akhir tahun nanti demi mengurangi beban operasional perusahaan yang sudah tertekan oleh kenaikan UMP," imbuh dia. (wan)

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya