Rupiah Juga Seret Pendapatan General Electric

Danang Sugianto, Jurnalis
Selasa 10 Maret 2015 17:20 WIB
Ilustrasi Rupiah. (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - General Electric (GE) Indonesia mengakui terkena imbas dari anjloknya nilai Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meskipun tidak secara langsung, namun diprediksi juga akan mengganggu omzet penjualan komponen teknologinya.

Chief Executive Officer (CEO) GE Indonesia Handry Satriago mengungkapkan, lemahnya Rupiah memang langsung dirasakan oleh pelanggan penerbangan dan transportasi seperti PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Garuda Indonesia. Hal itu dikarenakan banyak komponen masih menggunakan dolar AS.

"Tidak secara langsung karena yang sangat berdampak itu customer kami. Tapi kalau customer berdampak secara tidak langsung kami juga," ujar Handry di Bale Soto, Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Sayangnya, ketika ditanya potensi kerugian dari imbas tersebut, Handry mengaku belum bisa memperhitungkannya. "Dampaknya akan kami siasati," imbuhnya.

Menurutnya, GE akan tetap optimistis tahun ini dapat meraup keuntungan yang cukup besar. Bahkan, dia menargetkan penjualan dapat mencapai USD1 miliar. Target tersebut akan digenjot dari delapan core bisnisnya yang mencakup penyediaan teknologi untuk industri kesehatan, penerbangan, transportasi, minyak dan gas hingga pembangkit listrik.

"Tahun ini kami menargetkan pendapatan kami meningkat USD 1 miliar ketimbang tahun lalu. Kami ingin meningkatkan core business di healt care dan power. Ini seiring program pemerintah soal listrik 35.000 megawatt (MW) dan kami sangat tertarik khususnya untuk energi terbarukan," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya