Sudirman mengatakan, dalam pertemuan tersebut, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk rencana investasi di Indonesia. Terlebih lagi, GE mempunyai kemampuan teknologi yang unggul dalam membangun pembangkit listrik. Diperkirakan, investasi tersebut sekira USD400 juta.
"Soal ketenagalistrikan. Mereka sudah diskusi dengan PLN, dengan saya tiga bulan lalu lah usulannya. Terus tadi sudah bertemu menteri BUMN, kemudian lapor Presiden. Mengenai rencana investasi mereka," kata Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2015).
"Kalau itu tahap pertama nilai investasi untuk 1.000 mw, USD400 juta dolar. Itu masih harus dihitung lagi. Tapi dalam waku satu tahun kedepan, dengan teknologi itu bisa tercapai 1.000 mw," sambungnya.
Menurut Sudirman, GE bakal membangun pembangkit listrik dengan menggunakan turbin gas yang mobile, sehingga dapat menjangkau daerah terpencil.