JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan transaksi untuk operasi moneter seluruhnya akan menggunakan aset Surat Berharga Negara pada 2024, menggantikan instrumen Sertifikat BI (SBI).
Wacana optimalisasi SBN untuk mengganti SBI sudah dilontarkan Bank Sentral sejak beberapa tahun lalu. Optimalisasi SBN akan meningkatkan efisiensi dalam operasi moneter. Selain itu, karena SBN dimiliki oleh BI dan juga lembaga keuangan, optimalisasi SBN untuk operasi moneter akan turut memperdalam pasar keuangan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani pun angkat bicara mengenai rencana ini. Menurutnya, hal ini masih akan dibahas secara bertahap dengan Bank Indonesia (BI). Sebab, pemerintah masih perlu mempersiapkan untuk mengelola perubahan dari instrumen tersebut.
"Kita akan secara bertahap melakukan bersama-sama dengan BI agar dari sisi pemerintah tentu akan dibutuhkan kesiapan kemampuan kita untuk mengelola perubahan dari instrumen yang sifatnya akan jauh lebih pendek, namun dengan biaya yang lebih rendah," tuturnya.
Namun, belum diketahui berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan persiapan. Hanya saja, proses pembahasan pun akan dilakukan dalam waktu singkat.
"BI dan kami akan terus melakukan persiapan sehingga bisa dilakukan," tutupnya.
(Raisa Adila)