JAKARTA - Membuka studio foto yang melayani pencetakan foto dan pemotretan juga termasuk bisnis yang menguntungkan. Target utama dari bisnis ini adalah mereka yang membutuhkan jasa foto dan cetak foto.
Baca Juga: Enaknya Bisnis Ayam Crispy Hasilkan Puluhan Juta Rupiah Dalam Sebulan
Biasanya, konsumen bisnis ini berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang notabene mereka membutuhkan foto dengan ukuran tertentu untuk persyaratan sekolah. Pun, untuk kalangan umum juga tidak sedikit membutuhkan jasa ini. Untuk itu, bisnis ini juga tergolong bisnis yang memiliki prospek cerah.
Baca Juga: Gurihnya Buka Usaha Singkong Keju Bermodal Rp4 Jutaan, Untungnya?
Bagi anda yang berminat dengan bisnis ini, berikut contoh analisis usahanya yang dilansir dari buku Pengangguran Kaya Raya milik Wildan Fatoni terbitan 2016:
1. Modal investasi awal
- 1 perangkat komputer lengkap Rp4.000.000
- kamera digital pocket 12 megapiksel Rp1.000.000
- printer photo Epson R230x Rp1.700.000
- alat transfer dari HP Rp100.000
- meja komputer dan layar background Rp400.000
- biaya kursus atau pelatihan edit dan cetak foto Rp800.000
- total Rp8.000.000
2. Biaya operasional bulanan
- tinta printer 1 set (6warna/100,l) Rp150.000
- kertas photo ukuran A4 300 lembar Rp250.000
- listrik Rp50.000
- total Rp450.000
3. Asumsi pendapatan per bulan
- pendapatan = 1 lembar A4 = 12 lembar ukuran 2 R dompet dengan harga jual Rp1.000
= asumsi satu hari bisa mencetak 10 lembar A4 (Rp12.000 x 10)
= Rp120.0000 x 30 hari
= Rp3.600.000
- keuntungan = pendapatan - biaya operasional bulanan
= Rp3.600.000 - Rp450.000
= Rp3.150.000
Catatan: harga yang tertera dalam asumsi tersebut tidak sama persis dengan biaya yang akan Anda keluarkan saat menjalankan bisnis ini. Sebab, biaya atau harga peralatan dan perlengkapan di masing-masing kota berbeda. Asumsi ini juga tidak menggunakan sewa tempat sehingga bila Anda menjalankan bisnis ini dengan menyewa tempat, biayanya akan lebih tinggi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)