<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2009, Integrasi Teknologi Optimis Untung </title><description>PT Integrasi Teknologi Tbk (ITTG) optimis bisa membukukan pendapatan Rp4,5 triliun selama 15 tahun terhitung pada 2009 mendatang. Hal ini, terkait rencana perseroan untuk menambah core bisnis di sektor pertambangan dari sebelumnya bisnis IT.  </description><link>https://economy.okezone.com/read/2007/11/14/21/60790/2009-integrasi-teknologi-optimis-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2007/11/14/21/60790/2009-integrasi-teknologi-optimis-untung"/><item><title>2009, Integrasi Teknologi Optimis Untung </title><link>https://economy.okezone.com/read/2007/11/14/21/60790/2009-integrasi-teknologi-optimis-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2007/11/14/21/60790/2009-integrasi-teknologi-optimis-untung</guid><pubDate>Rabu 14 November 2007 12:10 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Integrasi Teknologi Tbk (ITTG) optimis bisa membukukan pendapatan Rp4,5 triliun selama 15 tahun terhitung pada 2009 mendatang. Hal ini, terkait rencana perseroan untuk menambah core bisnisnya di sektor  pertambangan dari sebelumnya yang hanya bisnis teknologi informasi.Sebelumnya sejak penawaran perdana (IPO) pada 2001 hingga kuartal ketiga tahun ini, perseroan tidak pernah membukukan laba bersih.Demikian disampaikan oleh Komisaris Integrasi Teknologi Rusli, usai paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, Rabu (14/11/2007).Rusli mengatakan, pendapatan itu berasal dari satu konsesi tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Lahan konsesi itu seluas 280 hektare.&amp;quot;Dengan pendapatan sekira Rp4,5 triliun, laba bersih sekira Rp1,2 triliun. Sehingga laba bersih per tahun Rp81 miliar dari satu konsesi itu,&amp;quot; kata dia.Konsesi ini, melalui integrasi anak usahanya PT Lion Nikel yang 99 persen sahamnya dimiliki perseroan. Sedang, untuk IT, Integrasi melalui PT Integrai Software yang juga 99 persen sahamnya dimiliki perseroan.&amp;quot;Sehingga, nanti Integrasi akan menjadi holding, dan berubah menjadi perusahaan investasi,&amp;quot; kata dia.Langkah itu diambil setelah perseroan diakuisisi oleh Goodwill Investment Services Inc sebesar 82,23 persen. Dan, sisanya dimiliki oleh masyarakat.  </description><content:encoded>JAKARTA - PT Integrasi Teknologi Tbk (ITTG) optimis bisa membukukan pendapatan Rp4,5 triliun selama 15 tahun terhitung pada 2009 mendatang. Hal ini, terkait rencana perseroan untuk menambah core bisnisnya di sektor  pertambangan dari sebelumnya yang hanya bisnis teknologi informasi.Sebelumnya sejak penawaran perdana (IPO) pada 2001 hingga kuartal ketiga tahun ini, perseroan tidak pernah membukukan laba bersih.Demikian disampaikan oleh Komisaris Integrasi Teknologi Rusli, usai paparan publik di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, Rabu (14/11/2007).Rusli mengatakan, pendapatan itu berasal dari satu konsesi tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Lahan konsesi itu seluas 280 hektare.&amp;quot;Dengan pendapatan sekira Rp4,5 triliun, laba bersih sekira Rp1,2 triliun. Sehingga laba bersih per tahun Rp81 miliar dari satu konsesi itu,&amp;quot; kata dia.Konsesi ini, melalui integrasi anak usahanya PT Lion Nikel yang 99 persen sahamnya dimiliki perseroan. Sedang, untuk IT, Integrasi melalui PT Integrai Software yang juga 99 persen sahamnya dimiliki perseroan.&amp;quot;Sehingga, nanti Integrasi akan menjadi holding, dan berubah menjadi perusahaan investasi,&amp;quot; kata dia.Langkah itu diambil setelah perseroan diakuisisi oleh Goodwill Investment Services Inc sebesar 82,23 persen. Dan, sisanya dimiliki oleh masyarakat.  </content:encoded></item></channel></rss>
