<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekurangan Modal, Pabrik Texmaco Mandeg </title><description>PT Texmaco Jaya Tbk (TEJA) tidak bisa mengoperasikan pabrik secara penuh. Pasalnya, hingga saat ini perseroan masih mengalami kekurangan modal kerja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/03/12/21/91018/kekurangan-modal-pabrik-texmaco-mandeg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/03/12/21/91018/kekurangan-modal-pabrik-texmaco-mandeg"/><item><title>Kekurangan Modal, Pabrik Texmaco Mandeg </title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/03/12/21/91018/kekurangan-modal-pabrik-texmaco-mandeg</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/03/12/21/91018/kekurangan-modal-pabrik-texmaco-mandeg</guid><pubDate>Rabu 12 Maret 2008 13:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/03/12/21/91018/PaCLYaq6Kd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/03/12/21/91018/PaCLYaq6Kd.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Texmaco Jaya Tbk (TEJA) tidak bisa mengoperasikan pabrik secara penuh. Pasalnya, hingga saat ini perseroan masih mengalami kekurangan modal kerja.Direktur Utama Texmaco V Ravi Shankar mengatakan, akibat kekurangan modal, perseroan hanya bisa mengoperasikan Divisi Fleece, sedangkan Divisi Fabrics tidak dioperasikan.&amp;quot;Untuk mempertahankan operasi perusahaan, saat ini perseroan beroperasi dengan makloon,&amp;quot; katanya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI), di Jakarta, Rabu (12/3/2008).Namun, dia mengatakan, makloon fee yang diterima perusahaan belum bisa mencukupi seluruh kewajiban perseroan. &amp;quot;Termasuk kewajiban kepada BEI akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan sebesar Rp600 juta,&amp;quot; katanya.Menurutnya, kesulitan modal kerjaÂ  disebabkan berakhirnya fasilitas modal kerja. Perseroan mengaku telah mencari investor baru namun hingga saat ini belum berhasil. &amp;quot;Investor mensyaratkan restrukturisasi hutang dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sudah berakhir,&amp;quot; katanya.Dia juga mengatakan, belum selesainya restrukturisasi utang perseroan kepada PPA, merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pihak perbankan dan lembaga kuangan tidak bersedia memberi fasilitas pinjaman untuk modal kerja yang dibutuhkan perseroan.Saat ini, perseroan masih mempunyai kewajiban pesangon kepada 2.114 karyawan yang di-PHK senilai Rp17,36 miliar.  </description><content:encoded>JAKARTA - PT Texmaco Jaya Tbk (TEJA) tidak bisa mengoperasikan pabrik secara penuh. Pasalnya, hingga saat ini perseroan masih mengalami kekurangan modal kerja.Direktur Utama Texmaco V Ravi Shankar mengatakan, akibat kekurangan modal, perseroan hanya bisa mengoperasikan Divisi Fleece, sedangkan Divisi Fabrics tidak dioperasikan.&amp;quot;Untuk mempertahankan operasi perusahaan, saat ini perseroan beroperasi dengan makloon,&amp;quot; katanya, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI), di Jakarta, Rabu (12/3/2008).Namun, dia mengatakan, makloon fee yang diterima perusahaan belum bisa mencukupi seluruh kewajiban perseroan. &amp;quot;Termasuk kewajiban kepada BEI akibat keterlambatan penyampaian laporan keuangan sebesar Rp600 juta,&amp;quot; katanya.Menurutnya, kesulitan modal kerjaÂ  disebabkan berakhirnya fasilitas modal kerja. Perseroan mengaku telah mencari investor baru namun hingga saat ini belum berhasil. &amp;quot;Investor mensyaratkan restrukturisasi hutang dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sudah berakhir,&amp;quot; katanya.Dia juga mengatakan, belum selesainya restrukturisasi utang perseroan kepada PPA, merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pihak perbankan dan lembaga kuangan tidak bersedia memberi fasilitas pinjaman untuk modal kerja yang dibutuhkan perseroan.Saat ini, perseroan masih mempunyai kewajiban pesangon kepada 2.114 karyawan yang di-PHK senilai Rp17,36 miliar.  </content:encoded></item></channel></rss>
