<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Agung Laksono: Saya Butuh Bukti!</title><description>DPR akan meminta kejelasan mengenai dugaan aliran dana dari Bank Indonesia ke Anggota Komisi XI DPR jilid II.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/03/27/20/95076/agung-laksono-saya-butuh-bukti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/03/27/20/95076/agung-laksono-saya-butuh-bukti"/><item><title>Agung Laksono: Saya Butuh Bukti!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/03/27/20/95076/agung-laksono-saya-butuh-bukti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/03/27/20/95076/agung-laksono-saya-butuh-bukti</guid><pubDate>Kamis 27 Maret 2008 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Sandy Adam Mahaputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/03/27/20/95076/hmArPYZ54I.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/03/27/20/95076/hmArPYZ54I.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - DPR akan meminta kejelasan mengenai dugaan aliran dana dari Bank Indonesia ke Anggota Komisi XI DPR jilid II. &amp;quot;Kalau memang ada, tentunya akan diusut dan saya akan meminta kejelasan lebih jauhnya. Benar tidak nih? Jangan-jangan hanya dugaan saja!&amp;quot; ujar Ketua DPR Agung Laksono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2008).Menurutnya, saat ini DPR membutuhkan laporan tertulis mengenai dugaan tersebut. Sehingga, bisa diketahui duduk persoalannya, siapa yang memberikan dan menerima, berapa nilainya. &amp;quot;Agar tidak simpang siur. Jadi bukan isu ke isu saja yang tidak jelas,&amp;quot; tegas Agung. Sebelumnya, Bigrade Pemburu Koruptor Munawarman menyatakan, terdapat 52 anggota DPR telah menerima aliran dana BI sebesar Rp2,5 miliar dan USD145.895 dari tahun anggaran 2006-2007.Â  Dikabarkan, dana tersebut terkait dengan penolakan cagub BI di DPR.Mengenai penolakan cagub BI, Agung mengaku belum mengetahuinya. &amp;quot;Nanti saya cek dulu apa benar untuk menolak saja ada aliran dana dan untuk mendukung juga ada aliran dananya,&amp;quot; jelas Agung.Kalau terkait dengan periode anggaran BI 2006-2007 dan sifatnya dalam kegiatan operasional, menurut Agung, dirinya sudah mengimbau jajaran pemerintah untuk tidak memberikan apapun. &amp;quot;Itu sesuai dengan surat edaran yang saya tanda tangani 2,5 tahun yang lalu,&amp;quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - DPR akan meminta kejelasan mengenai dugaan aliran dana dari Bank Indonesia ke Anggota Komisi XI DPR jilid II. &amp;quot;Kalau memang ada, tentunya akan diusut dan saya akan meminta kejelasan lebih jauhnya. Benar tidak nih? Jangan-jangan hanya dugaan saja!&amp;quot; ujar Ketua DPR Agung Laksono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2008).Menurutnya, saat ini DPR membutuhkan laporan tertulis mengenai dugaan tersebut. Sehingga, bisa diketahui duduk persoalannya, siapa yang memberikan dan menerima, berapa nilainya. &amp;quot;Agar tidak simpang siur. Jadi bukan isu ke isu saja yang tidak jelas,&amp;quot; tegas Agung. Sebelumnya, Bigrade Pemburu Koruptor Munawarman menyatakan, terdapat 52 anggota DPR telah menerima aliran dana BI sebesar Rp2,5 miliar dan USD145.895 dari tahun anggaran 2006-2007.Â  Dikabarkan, dana tersebut terkait dengan penolakan cagub BI di DPR.Mengenai penolakan cagub BI, Agung mengaku belum mengetahuinya. &amp;quot;Nanti saya cek dulu apa benar untuk menolak saja ada aliran dana dan untuk mendukung juga ada aliran dananya,&amp;quot; jelas Agung.Kalau terkait dengan periode anggaran BI 2006-2007 dan sifatnya dalam kegiatan operasional, menurut Agung, dirinya sudah mengimbau jajaran pemerintah untuk tidak memberikan apapun. &amp;quot;Itu sesuai dengan surat edaran yang saya tanda tangani 2,5 tahun yang lalu,&amp;quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
