<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Kaji Keluar dari OPEC</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah mengkaji opsi Indonesia keluar dari kelompok negara-negara produsen minyak (OPEC). Alasannya, Indonesia saat ini bukan negara eksportir, tetapi importir minyak.  </description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/05/06/19/106817/indonesia-kaji-keluar-dari-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/05/06/19/106817/indonesia-kaji-keluar-dari-opec"/><item><title>Indonesia Kaji Keluar dari OPEC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/05/06/19/106817/indonesia-kaji-keluar-dari-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/05/06/19/106817/indonesia-kaji-keluar-dari-opec</guid><pubDate>Selasa 06 Mei 2008 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Hasits</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/05/06/19/106817/ksEsYuS11v.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/05/06/19/106817/ksEsYuS11v.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah mengkaji opsi Indonesia keluar dari kelompok negara-negara produsen minyak (OPEC).&amp;quot;Sebab, Indonesia saat ini tidak lagi negara eksportir minyak tetapi juga importir oil,&amp;quot; ujar Presiden, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).Menurutnya, wacana itu berkembang dalam sidang kabinet terbatas mengenai BBM yang digelar di Istana Senin 5 April kemarin.&amp;quot;Kita memikirkan apakah masih berada di OPEC atau sementara kita terus meningkatkan produksi dalam negeri, sehinga bisa kembali dalam OPEC,&amp;quot; ujarnya. Sebab, produksi minyak mentah produksi dalam negeri terus menurun. Penyebabnya adalah sumur minyak yang sudah tua. &amp;quot;Untuk meningkatkannya perlu waktu satu atau dua tahun mendatang,&amp;quot; jelas Presiden.SBY mengakui, saat ini banyak tantangan yang tengah dihadapi untamanya imbas kenaikan harga minyak mentah. Untuk itu, SBY mengingatkan, agar jangan bergantung pada minyak. &amp;quot;Kita punya gas dan batu bara, untuk itu kita lakukan efisiensi dan penghematan total,&amp;quot; tutupnya. (rhs)   </description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah mengkaji opsi Indonesia keluar dari kelompok negara-negara produsen minyak (OPEC).&amp;quot;Sebab, Indonesia saat ini tidak lagi negara eksportir minyak tetapi juga importir oil,&amp;quot; ujar Presiden, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008, di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).Menurutnya, wacana itu berkembang dalam sidang kabinet terbatas mengenai BBM yang digelar di Istana Senin 5 April kemarin.&amp;quot;Kita memikirkan apakah masih berada di OPEC atau sementara kita terus meningkatkan produksi dalam negeri, sehinga bisa kembali dalam OPEC,&amp;quot; ujarnya. Sebab, produksi minyak mentah produksi dalam negeri terus menurun. Penyebabnya adalah sumur minyak yang sudah tua. &amp;quot;Untuk meningkatkannya perlu waktu satu atau dua tahun mendatang,&amp;quot; jelas Presiden.SBY mengakui, saat ini banyak tantangan yang tengah dihadapi untamanya imbas kenaikan harga minyak mentah. Untuk itu, SBY mengingatkan, agar jangan bergantung pada minyak. &amp;quot;Kita punya gas dan batu bara, untuk itu kita lakukan efisiensi dan penghematan total,&amp;quot; tutupnya. (rhs)   </content:encoded></item></channel></rss>
