<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyeksi Pendapatan Eratex Turun 20,96%</title><description>Produsen tekstil, Eratex Djaja, memproyeksikan pendapatan perseroan tahun ini turun 20,96 persen menjadi Rp499,407 miliar dibandingkan pendapatan tahun 2007 Rp631,986 miliar.  </description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/06/27/21/122773/proyeksi-pendapatan-eratex-turun-20-96</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/06/27/21/122773/proyeksi-pendapatan-eratex-turun-20-96"/><item><title>Proyeksi Pendapatan Eratex Turun 20,96%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/06/27/21/122773/proyeksi-pendapatan-eratex-turun-20-96</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/06/27/21/122773/proyeksi-pendapatan-eratex-turun-20-96</guid><pubDate>Jum'at 27 Juni 2008 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Whisnu Bagus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/06/27/21/122773/Prj7sHs6Oe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik tekstil (foto: Arif Nugroho)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/06/27/21/122773/Prj7sHs6Oe.jpg</image><title>Pabrik tekstil (foto: Arif Nugroho)</title></images><description>JAKARTA - Produsen tekstil, PT Eratex Djaja Tbk (ERTX), memproyeksikan pendapatan perseroan tahun ini turun 20,96 persen menjadi Rp499,407 miliar dibandingkan pendapatan tahun 2007 Rp631,986 miliar.  &amp;quot;Ini imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan Mei lalu,&amp;quot; kata HR And Corporate Secretary ERTX Dini Septiana, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/6/2008). Menurut dia, kenaikan harga energi dan pelambatan ekonomi global mengakibatkan daya beli masyarakat melemah sehingga perseroan memproyeksikan pendapatan pada tahun ini akan tertekan. Dia mengatakan, penurunan pendapatan tersebut akan dikontribusikan dari produk tekstil sebesar 35,21 persen menjadi Rp107,001 dari tahun sebelumnya Rp165,171 miliar dan produk garmen turun 16,05 persen menjadi Rp392,406 miliar dari sebelumnya Rp467,464 miliar. Tahun ini perseroan menganggarkan belanja investasi sebesar Rp3,492 miliar untuk revitalisasi mesin-mesin produksi dengan teknologi yang lebih modern. Pendanaannya menggunakan kas internal. Kenaikan harga bahan bakar di dalam negeri membuat ERTX berencana untuk menaikkan harga jualnya. Namun dia masih belum mau merinci kenaikkannya. &amp;quot;Hingga saat ini perseroan masih mematangkan rencana mengenai berapa besarnya kenaikan harga yang akan diberlakukan,&amp;quot; kata Dini. </description><content:encoded>JAKARTA - Produsen tekstil, PT Eratex Djaja Tbk (ERTX), memproyeksikan pendapatan perseroan tahun ini turun 20,96 persen menjadi Rp499,407 miliar dibandingkan pendapatan tahun 2007 Rp631,986 miliar.  &amp;quot;Ini imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan Mei lalu,&amp;quot; kata HR And Corporate Secretary ERTX Dini Septiana, usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (27/6/2008). Menurut dia, kenaikan harga energi dan pelambatan ekonomi global mengakibatkan daya beli masyarakat melemah sehingga perseroan memproyeksikan pendapatan pada tahun ini akan tertekan. Dia mengatakan, penurunan pendapatan tersebut akan dikontribusikan dari produk tekstil sebesar 35,21 persen menjadi Rp107,001 dari tahun sebelumnya Rp165,171 miliar dan produk garmen turun 16,05 persen menjadi Rp392,406 miliar dari sebelumnya Rp467,464 miliar. Tahun ini perseroan menganggarkan belanja investasi sebesar Rp3,492 miliar untuk revitalisasi mesin-mesin produksi dengan teknologi yang lebih modern. Pendanaannya menggunakan kas internal. Kenaikan harga bahan bakar di dalam negeri membuat ERTX berencana untuk menaikkan harga jualnya. Namun dia masih belum mau merinci kenaikkannya. &amp;quot;Hingga saat ini perseroan masih mematangkan rencana mengenai berapa besarnya kenaikan harga yang akan diberlakukan,&amp;quot; kata Dini. </content:encoded></item></channel></rss>
