<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CMNP Siap Realisasikan Tol Depok-Antasari</title><description>PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) siap memulai pembangunan proyek tol ruas Depok-Antasari sepanjang 22,82 kilometer (km) pada tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/06/30/21/123478/cmnp-siap-realisasikan-tol-depok-antasari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/06/30/21/123478/cmnp-siap-realisasikan-tol-depok-antasari"/><item><title>CMNP Siap Realisasikan Tol Depok-Antasari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/06/30/21/123478/cmnp-siap-realisasikan-tol-depok-antasari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/06/30/21/123478/cmnp-siap-realisasikan-tol-depok-antasari</guid><pubDate>Senin 30 Juni 2008 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Whisnu Bagus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/06/30/21/123478/jRme8OjnPn.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/06/30/21/123478/jRme8OjnPn.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan memulai pembangunan proyek tol ruas Depok-Antasari sepanjang 22,82 kilometer (km) pada tahun ini.&amp;quot;Kita sudah mengajukan proposal mengenai pembebasan tanahnya (land capping), dan respons pemerintah sepertinya tidak ada masalah mudah-mudahan tahun ini bisa kita mulai,&amp;quot; kata Direktur Utama CMNP Shadik Wahono di sela rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST/LB) perseroan di Jakarta, Senin (30/6/2008).Sejak ditunjuk sebagai pemegang tender proyek pada 2005, Citra Marga Nusaphala Persada melalui anak usahanya PT Citra Waspphutowa (CW) terhambat masalah pembebasan lahan. Di samping itu, Direktur Keuangan CMNP Hendro Santoso mengatakan, belum direalisasikannya tol ruas Depok-Antasari terkait melonjaknya harga tanah. Berdasarkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada 2005, harga tanah yang disepakati adalah Rp700 miliar.Adapun harga tanah pada 2007 berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) sudah mencapai Rp1,5 triliun. &amp;quot;Harga di pasar pasti lebih dari itu,&amp;quot; kata Hendro.Menurutnya, perseroan hanya bersedia menanggung kenaikan biaya tanah sebesar 10 persen. Di luar itu harus menjadi tanggungan pemerintah. &amp;quot;Kita lebih memilih solusi pemberian land capping dibanding menaikkan tarif tolnya,&amp;quot; katanya.Saat ini, jelas Hendro, CMNP tengah mengkaji ulang pengerjaan proyek tersebut. Pasalnya, hal ini terkait dengan penambahan biaya proyek yang mengakibatkan meningkatnya ekuitas.Hendro mengatakan, nilai proyek ruas Depok-Antasari sebesar Rp2,5 triliun. Sumber pembiayaannya menggunakan pinjaman bank dan kas internal dengan komposisi 70 persen dan 30 persen. &amp;quot;CW masih memiliki platform kredit (standby facility) Rp1,7 triliun,&amp;quot; kata Hendro.Saat ini CMNP adalah pemegang saham mayoritas dalam CW, yaitu sebesar 62,5%. Sisanya dimiliki oleh PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan, masing-masing 12,5%.RUPSLB juga menyepakati pembagian dividen interim senilai Rp18 miliar atau Rp9 per saham berdasarkan pencapaian laba bersih 2007 sebesar Rp120 miliar.RUPSLB juga memutuskan mengubah susuan direksi dan komisaris. Adapun jajaran direksi baru adalah Shadik Wahono sebagai direktur utama, serta anggota direksi Hendro Santoso, Hudaya Arryanto, dan Daniel Goenawan Reso. Sementara jajaran dewan komisaris terdiri dari Komisaris Utama A Subowo, anggota komisaris Reza Herman, Danty Indriastuti Purnamasari, Ievan Daniar Sumampuow dan Hartono Tanoesoedibyo. Sedangkan komisaris independen Heru Darjudi dan Anton Aditya Subowo.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) akan memulai pembangunan proyek tol ruas Depok-Antasari sepanjang 22,82 kilometer (km) pada tahun ini.&amp;quot;Kita sudah mengajukan proposal mengenai pembebasan tanahnya (land capping), dan respons pemerintah sepertinya tidak ada masalah mudah-mudahan tahun ini bisa kita mulai,&amp;quot; kata Direktur Utama CMNP Shadik Wahono di sela rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST/LB) perseroan di Jakarta, Senin (30/6/2008).Sejak ditunjuk sebagai pemegang tender proyek pada 2005, Citra Marga Nusaphala Persada melalui anak usahanya PT Citra Waspphutowa (CW) terhambat masalah pembebasan lahan. Di samping itu, Direktur Keuangan CMNP Hendro Santoso mengatakan, belum direalisasikannya tol ruas Depok-Antasari terkait melonjaknya harga tanah. Berdasarkan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada 2005, harga tanah yang disepakati adalah Rp700 miliar.Adapun harga tanah pada 2007 berdasarkan nilai jual objek pajak (NJOP) sudah mencapai Rp1,5 triliun. &amp;quot;Harga di pasar pasti lebih dari itu,&amp;quot; kata Hendro.Menurutnya, perseroan hanya bersedia menanggung kenaikan biaya tanah sebesar 10 persen. Di luar itu harus menjadi tanggungan pemerintah. &amp;quot;Kita lebih memilih solusi pemberian land capping dibanding menaikkan tarif tolnya,&amp;quot; katanya.Saat ini, jelas Hendro, CMNP tengah mengkaji ulang pengerjaan proyek tersebut. Pasalnya, hal ini terkait dengan penambahan biaya proyek yang mengakibatkan meningkatnya ekuitas.Hendro mengatakan, nilai proyek ruas Depok-Antasari sebesar Rp2,5 triliun. Sumber pembiayaannya menggunakan pinjaman bank dan kas internal dengan komposisi 70 persen dan 30 persen. &amp;quot;CW masih memiliki platform kredit (standby facility) Rp1,7 triliun,&amp;quot; kata Hendro.Saat ini CMNP adalah pemegang saham mayoritas dalam CW, yaitu sebesar 62,5%. Sisanya dimiliki oleh PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan, masing-masing 12,5%.RUPSLB juga menyepakati pembagian dividen interim senilai Rp18 miliar atau Rp9 per saham berdasarkan pencapaian laba bersih 2007 sebesar Rp120 miliar.RUPSLB juga memutuskan mengubah susuan direksi dan komisaris. Adapun jajaran direksi baru adalah Shadik Wahono sebagai direktur utama, serta anggota direksi Hendro Santoso, Hudaya Arryanto, dan Daniel Goenawan Reso. Sementara jajaran dewan komisaris terdiri dari Komisaris Utama A Subowo, anggota komisaris Reza Herman, Danty Indriastuti Purnamasari, Ievan Daniar Sumampuow dan Hartono Tanoesoedibyo. Sedangkan komisaris independen Heru Darjudi dan Anton Aditya Subowo.</content:encoded></item></channel></rss>
