<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tingkatkan Output, Indo Kordsa Investasi USD1,7 Jt</title><description>PT Indo Kordsa Tbk (BRAM), dalam RUPSLB menyetujui untuk menandatangani teknologi lisensi dari induk perusahaannya yaitu Kordsa Global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/07/22/21/130014/tingkatkan-output-indo-kordsa-investasi-usd1-7-jt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/07/22/21/130014/tingkatkan-output-indo-kordsa-investasi-usd1-7-jt"/><item><title>Tingkatkan Output, Indo Kordsa Investasi USD1,7 Jt</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/07/22/21/130014/tingkatkan-output-indo-kordsa-investasi-usd1-7-jt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/07/22/21/130014/tingkatkan-output-indo-kordsa-investasi-usd1-7-jt</guid><pubDate>Selasa 22 Juli 2008 16:35 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Setya Santoso</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/07/22/21/130014/4mAVfyNIbd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/07/22/21/130014/4mAVfyNIbd.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Perusahaan kain ban dan benang nilon PT Indo Kordsa Tbk (BRAM), dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui untuk menandatangani teknologi lisensi dari induk perusahaannya yaitu Kordsa Global.&amp;quot;Transfer teknologi ini bertujuan untuk pemintalan dan pencelupan benang, sehingga kualitas jadi lebih baik dan efisiensi mesin meningkat,&amp;quot; ujar sekretaris perusahaan BRAM Faisal Dharmasetiawan, usai RUPSLB di Hotel Manhattan, Casablanca, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/7/2008).Adapun tujuan penandatanganan ini untuk meningkatkan output yang ada, dimana produksi semula kain ban dan nilonnya mencapai 20 ribu ton per tahun. Namun, dengan adanya teknologi tersebut, naik menjadi 21 ribu ton.Faisal menambahkan, lisensi teknologi berjangka waktu 10 tahun dengan investasi USD1,7 juta ini akan dicicil selama tiga tahun. Adapun untuk tahun pertama sebesar USD750 ribu, tahun kedua USD500 ribu, dan tahun ketiga USD500 ribu.Pembiayaan tersebut berasal dari kas internal perusahaan yang berasal dari anggaran belanja modal (capex), dimana capex perusahaan saat ini sebesar USD7 juta.Hasil produksi tersebut untuk ekspor dan impor yang mempunyai besaran yang sama 50-50 persen. Pasar ekspornya di antaranya adalah Korea, Jepang, dan China.Saat ini pertumbuhan produksi hingga semester pertama naik sebesar lima persen. &amp;quot;Untuk harga jual produk akan kami tingkatkan lagi karena adanya BBM naik,&amp;quot; pungkasnya. (ade)</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan kain ban dan benang nilon PT Indo Kordsa Tbk (BRAM), dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui untuk menandatangani teknologi lisensi dari induk perusahaannya yaitu Kordsa Global.&amp;quot;Transfer teknologi ini bertujuan untuk pemintalan dan pencelupan benang, sehingga kualitas jadi lebih baik dan efisiensi mesin meningkat,&amp;quot; ujar sekretaris perusahaan BRAM Faisal Dharmasetiawan, usai RUPSLB di Hotel Manhattan, Casablanca, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/7/2008).Adapun tujuan penandatanganan ini untuk meningkatkan output yang ada, dimana produksi semula kain ban dan nilonnya mencapai 20 ribu ton per tahun. Namun, dengan adanya teknologi tersebut, naik menjadi 21 ribu ton.Faisal menambahkan, lisensi teknologi berjangka waktu 10 tahun dengan investasi USD1,7 juta ini akan dicicil selama tiga tahun. Adapun untuk tahun pertama sebesar USD750 ribu, tahun kedua USD500 ribu, dan tahun ketiga USD500 ribu.Pembiayaan tersebut berasal dari kas internal perusahaan yang berasal dari anggaran belanja modal (capex), dimana capex perusahaan saat ini sebesar USD7 juta.Hasil produksi tersebut untuk ekspor dan impor yang mempunyai besaran yang sama 50-50 persen. Pasar ekspornya di antaranya adalah Korea, Jepang, dan China.Saat ini pertumbuhan produksi hingga semester pertama naik sebesar lima persen. &amp;quot;Untuk harga jual produk akan kami tingkatkan lagi karena adanya BBM naik,&amp;quot; pungkasnya. (ade)</content:encoded></item></channel></rss>
