<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iklan di Surat Kabar Akan Saingi Televisi</title><description>Prospek pertumbuhan iklan di surat kabar pada semester II-2008 akan menyaingi iklan di televisi (TV). Ini disebabkan media tersebut bisa menyajikan iklan secara lebih rinci.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/08/12/19/136157/iklan-di-surat-kabar-akan-saingi-televisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/08/12/19/136157/iklan-di-surat-kabar-akan-saingi-televisi"/><item><title>Iklan di Surat Kabar Akan Saingi Televisi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/08/12/19/136157/iklan-di-surat-kabar-akan-saingi-televisi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/08/12/19/136157/iklan-di-surat-kabar-akan-saingi-televisi</guid><pubDate>Selasa 12 Agustus 2008 17:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nuria </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/08/12/19/136157/tTGr265QoR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/08/12/19/136157/tTGr265QoR.jpg</image><title>foto: ist</title></images><description>JAKARTA - Prospek pertumbuhan iklan di surat kabar pada semester II-2008 akan menyaingi iklan di televisi (TV). Ini disebabkan media tersebut bisa menyajikan iklan secara lebih rinci.&amp;quot;Kalau beriklan di TV hanya sebatas mengenalkan produk itu. Tapi, pengiklan perlu memberi imej suatu produk,&amp;quot; kata Senior Manager Business Development Nielsen Media Research Indonesia Maika Randini, saat seminar Proyeksi Industri Media di Semester II-2008 di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).Menurut Maika, belanja iklan di surat kabar semester II-2008 masih didominasi iklan partai politik (parpol) atau calon presiden, serta iklan telekomunikasi.Banyaknya jumlah parpol yang mengikuti Pemilu 2009 akan memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap pemasangan iklan.&amp;quot;Mereka butuh untuk mengenalkan siapa calon presiden X. Produk telekomunikasi seperti AXIS juga belum banyak bermain di iklan,&amp;quot; jelasnya.Berdasarkan survei Nielsen Media Research Indonesia, pemasangan iklan di televisi turun dari 70 persen pada semester I-2007 menjadi 62 persen pada semester I-2008.Pada periode sama, belanja iklan di surat kabar meningkat 26 persen menjadi 34 persen. Semester I-2008 pertumbuhan iklan di TV meningkat sebesar 17 persen.Sementara untuk pertumbuhan iklan di surat kabar mengalami kenaikan 38 persen. &amp;quot;Saya rasa tahun ini surat kabar akan menikmati hal yang sama,&amp;quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Prospek pertumbuhan iklan di surat kabar pada semester II-2008 akan menyaingi iklan di televisi (TV). Ini disebabkan media tersebut bisa menyajikan iklan secara lebih rinci.&amp;quot;Kalau beriklan di TV hanya sebatas mengenalkan produk itu. Tapi, pengiklan perlu memberi imej suatu produk,&amp;quot; kata Senior Manager Business Development Nielsen Media Research Indonesia Maika Randini, saat seminar Proyeksi Industri Media di Semester II-2008 di Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/8/2008).Menurut Maika, belanja iklan di surat kabar semester II-2008 masih didominasi iklan partai politik (parpol) atau calon presiden, serta iklan telekomunikasi.Banyaknya jumlah parpol yang mengikuti Pemilu 2009 akan memberikan sumbangan yang lebih besar terhadap pemasangan iklan.&amp;quot;Mereka butuh untuk mengenalkan siapa calon presiden X. Produk telekomunikasi seperti AXIS juga belum banyak bermain di iklan,&amp;quot; jelasnya.Berdasarkan survei Nielsen Media Research Indonesia, pemasangan iklan di televisi turun dari 70 persen pada semester I-2007 menjadi 62 persen pada semester I-2008.Pada periode sama, belanja iklan di surat kabar meningkat 26 persen menjadi 34 persen. Semester I-2008 pertumbuhan iklan di TV meningkat sebesar 17 persen.Sementara untuk pertumbuhan iklan di surat kabar mengalami kenaikan 38 persen. &amp;quot;Saya rasa tahun ini surat kabar akan menikmati hal yang sama,&amp;quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
