<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Infoasia Masih Kesulitan Cash Flow</title><description>PT Infoasia Teknologi Global Tbk (IATG) mengaku tengah mengalami keterbatasan arus kas akibatnya pembayaran kupon bunga ke-15 obligasi IATG I Tahun 2004.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/09/25/21/149351/infoasia-masih-kesulitan-cash-flow</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/09/25/21/149351/infoasia-masih-kesulitan-cash-flow"/><item><title>Infoasia Masih Kesulitan Cash Flow</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/09/25/21/149351/infoasia-masih-kesulitan-cash-flow</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/09/25/21/149351/infoasia-masih-kesulitan-cash-flow</guid><pubDate>Kamis 25 September 2008 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Juni Triyanto </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/09/25/21/149351/tYJEe0aqry.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/09/25/21/149351/tYJEe0aqry.jpg</image><title>foto: ist</title></images><description>JAKARTA - PT Infoasia  Teknologi Global Tbk (IATG) mengaku tengah mengalami keterbatasan arus  kas akibatnya pembayaran kupon bunga ke-15 obligasi IATG I Tahun 2004 yang belum bisa  mereka bayarkan hingga saat ini.&amp;quot;Kami sedang mengalami keterbatasan cash  flow,&amp;quot; kata Corporate Secretary IATG Priska Erjani, dalam  laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (25/9/2008).Perseroan sudah menyampaikan kepada para pemegang obligasi  mengenai pengundurkan jadwal pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada 23  September. Perseroan berjanji akan melakukan pembayaran kupon tersebut bersamaan dengan bunga obligasi yang akan jatuh tempo pada 23 Desember  2008 nanti.&amp;quot;Sinking fund yang ada di rekening cadangan kami mohon dicairkan untuk membayar sebagian bunga tersebut,&amp;quot; kata  Priska.Jika pada jatuh tempo selanjutnya perseroan tak bisa juga  memenuhi kewajibannya, maka perseroan akan menggelar RUPO (Rapat  Umum Pemegang Obligasi). Melalui RUPO tersebut, perseroan akan  menyampaikan restrukturisasi atas pokok dan bunga obligasi kepada  pemegang obligasi.Krisis keuangan yang dialami perseroan, menurut Priska, disebabkan kegagalan dalam investasi di bidang telekomunikasi tahap I pada 2004.  Kala itu, Distributor IBM Computer Hardware itu menerbitkan obligasi IATG I  senilai Rp125 miliar. Obligasi tersebut dipergunakan untuk akuisisi PT Gemilang  Putri Nusantara (GPN) dan pengembangkan 70 ribu sambungan telepon  berbasis internet protokol dengan merk dagang iMax.Namun pada akhir 2005, direksi mengalami tuduhan atas kasus  yang tidak dilakukan, sehingga mempengaruhi kinerja hingga saat ini. Dari pokok obligasi Rp125 miliar, perseroan telah membayar bunga, pokok dan  sinking fund sebesar Rp107,94 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Infoasia  Teknologi Global Tbk (IATG) mengaku tengah mengalami keterbatasan arus  kas akibatnya pembayaran kupon bunga ke-15 obligasi IATG I Tahun 2004 yang belum bisa  mereka bayarkan hingga saat ini.&amp;quot;Kami sedang mengalami keterbatasan cash  flow,&amp;quot; kata Corporate Secretary IATG Priska Erjani, dalam  laporannya di keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Kamis (25/9/2008).Perseroan sudah menyampaikan kepada para pemegang obligasi  mengenai pengundurkan jadwal pembayaran bunga obligasi yang jatuh tempo pada 23  September. Perseroan berjanji akan melakukan pembayaran kupon tersebut bersamaan dengan bunga obligasi yang akan jatuh tempo pada 23 Desember  2008 nanti.&amp;quot;Sinking fund yang ada di rekening cadangan kami mohon dicairkan untuk membayar sebagian bunga tersebut,&amp;quot; kata  Priska.Jika pada jatuh tempo selanjutnya perseroan tak bisa juga  memenuhi kewajibannya, maka perseroan akan menggelar RUPO (Rapat  Umum Pemegang Obligasi). Melalui RUPO tersebut, perseroan akan  menyampaikan restrukturisasi atas pokok dan bunga obligasi kepada  pemegang obligasi.Krisis keuangan yang dialami perseroan, menurut Priska, disebabkan kegagalan dalam investasi di bidang telekomunikasi tahap I pada 2004.  Kala itu, Distributor IBM Computer Hardware itu menerbitkan obligasi IATG I  senilai Rp125 miliar. Obligasi tersebut dipergunakan untuk akuisisi PT Gemilang  Putri Nusantara (GPN) dan pengembangkan 70 ribu sambungan telepon  berbasis internet protokol dengan merk dagang iMax.Namun pada akhir 2005, direksi mengalami tuduhan atas kasus  yang tidak dilakukan, sehingga mempengaruhi kinerja hingga saat ini. Dari pokok obligasi Rp125 miliar, perseroan telah membayar bunga, pokok dan  sinking fund sebesar Rp107,94 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
