<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bailout Tak Efektif Atasi Krisis Finansial AS</title><description>Paket dana talangan (bailout) yang dikeluarkan pemerintah AS dinilai tidak efektif untuk mengatasi krisis finansial di negara tersebut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/10/08/20/151883/bailout-tak-efektif-atasi-krisis-finansial-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/10/08/20/151883/bailout-tak-efektif-atasi-krisis-finansial-as"/><item><title>Bailout Tak Efektif Atasi Krisis Finansial AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/10/08/20/151883/bailout-tak-efektif-atasi-krisis-finansial-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/10/08/20/151883/bailout-tak-efektif-atasi-krisis-finansial-as</guid><pubDate>Rabu 08 Oktober 2008 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Mochammad Wahyudi</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Paket dana talangan (bailout) yang dikeluarkan pemerintah AS dinilai tidak efektif untuk mengatasi krisis finansial di negara tersebut.Adapun isi paket bailout dianggap tidak ampuh untuk membabat akar permasalahan krisis di Negeri Paman Sam.&amp;quot;Paket ini jadi semacam blanket guarantee karena tidak menyelesaikan permasalahan dasar krisis di AS,&amp;quot; ucap peneliti Indef M Ikhsan Modjo, saat diskusi Antisipasi Krisis Keuangan Global, di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2008).Pelemahan makroekonomi AS saat ini bergerak menjadi sesuatu yang lebih dalam dan serius. Hal itu bermula dari macetnya kredit perumahan (subprime mortgage) dan diikuti oleh bangkrutnya banyak raksasa keuangan.Adapun pelemahan sistematis yang berpangkal dari kejatuhan harga perumahan ini kemudian diantisipasi oleh pemerintah AS dengan mengeluarkan paket bailout yang berisikan tiga hal.Pertama, diperbolehkannya pemerintah AS menggelontorkan dana sampai sebesar USD700 miliar untuk membeli utang kredit perumahan yang bemasalah secara bertahap.Kedua, dibukanya kemungkinan bagi Lembaga Penjamin Simpanan AS (FDIC) untuk menaikkan limit penjaminan dari USD100 ribu menjadi USD250 ribu per orang.Ketiga, dipersilahkannya FDIC untuk meminjam dana talangan sebesar apapun kepada Depkeu AS jika dibutuhkan.Berbagai klausul di atas tidak memuat pasal yang membolehkan intervensi secara langsung pemerintah AS untuk menopang harga rumah. Karena, menurut Ikhsan, justru permasalahan sektor perumahan tersebut yang merupakan kunci dari persoalan krisis di AS. &amp;quot;Sehingga, banyak pengamat masih memperkirakan krisis di AS masih akan terus berlanjut,&amp;quot; pungkasnya.  </description><content:encoded>JAKARTA - Paket dana talangan (bailout) yang dikeluarkan pemerintah AS dinilai tidak efektif untuk mengatasi krisis finansial di negara tersebut.Adapun isi paket bailout dianggap tidak ampuh untuk membabat akar permasalahan krisis di Negeri Paman Sam.&amp;quot;Paket ini jadi semacam blanket guarantee karena tidak menyelesaikan permasalahan dasar krisis di AS,&amp;quot; ucap peneliti Indef M Ikhsan Modjo, saat diskusi Antisipasi Krisis Keuangan Global, di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2008).Pelemahan makroekonomi AS saat ini bergerak menjadi sesuatu yang lebih dalam dan serius. Hal itu bermula dari macetnya kredit perumahan (subprime mortgage) dan diikuti oleh bangkrutnya banyak raksasa keuangan.Adapun pelemahan sistematis yang berpangkal dari kejatuhan harga perumahan ini kemudian diantisipasi oleh pemerintah AS dengan mengeluarkan paket bailout yang berisikan tiga hal.Pertama, diperbolehkannya pemerintah AS menggelontorkan dana sampai sebesar USD700 miliar untuk membeli utang kredit perumahan yang bemasalah secara bertahap.Kedua, dibukanya kemungkinan bagi Lembaga Penjamin Simpanan AS (FDIC) untuk menaikkan limit penjaminan dari USD100 ribu menjadi USD250 ribu per orang.Ketiga, dipersilahkannya FDIC untuk meminjam dana talangan sebesar apapun kepada Depkeu AS jika dibutuhkan.Berbagai klausul di atas tidak memuat pasal yang membolehkan intervensi secara langsung pemerintah AS untuk menopang harga rumah. Karena, menurut Ikhsan, justru permasalahan sektor perumahan tersebut yang merupakan kunci dari persoalan krisis di AS. &amp;quot;Sehingga, banyak pengamat masih memperkirakan krisis di AS masih akan terus berlanjut,&amp;quot; pungkasnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
