<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Usaha Ultrajaya Turun 488,96%</title><description>Dampak penjualan merek dagang Buavita yang dilakukan PT Ultrajaya Milk Industry &amp;amp; Trading Company Tbk (ULTJ) kepada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mulai terasa. Laba usaha perseroan turun 488,96 persen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2008/12/10/278/172314/laba-usaha-ultrajaya-turun-488-96</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2008/12/10/278/172314/laba-usaha-ultrajaya-turun-488-96"/><item><title>Laba Usaha Ultrajaya Turun 488,96%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2008/12/10/278/172314/laba-usaha-ultrajaya-turun-488-96</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2008/12/10/278/172314/laba-usaha-ultrajaya-turun-488-96</guid><pubDate>Rabu 10 Desember 2008 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Juni Triyanto </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2008/12/10/278/172314/fLKqheysD5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto: corbis.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2008/12/10/278/172314/fLKqheysD5.jpg</image><title>foto: corbis.com</title></images><description>JAKARTA - Dampak penjualan merek dagang Buavita yang dilakukan PT Ultrajaya  Milk Industry &amp;amp; Trading Company Tbk (ULTJ) kepada PT Unilever Indonesia Tbk  (UNVR) mulai terasa pada pembukuan kuartal III-2008. Laba usaha perseroan per 30  September 2008, turun 488,96 persen.&amp;quot;Kontribusi marjin Buavita pada saat  masih milik perseroan adalah sekira 17 persen. Namun dengan dijualnya merk dagang  tersebut, otomatis kontribusi marjin pun hilang,&amp;quot; ujar Sekertaris Perusahaan  ULTJ Eddi Kurniadi, di Jakarta, Rabu (10/12/2008).Sementara untuk laba kotor hingga kuartal III-2008, justru turun sebesar 13 persen, dari Rp254,17 miliar pada 2007 menjadi Rp224,896 miliar periode sama 2008.Sedangkan beban usaha meningkat 21,96 persen, menjadi Rp211,132 miliar dari sebelumnya Rp173,11 miliar. Hal ini membuat laba usaha menurun drastis 488,96 persen, menjadi Rp13,763 miliar dari Rp81,059 miliar periode sama 2007. Lepasnya Buavita diperkirakan akan menekan laba perseroan di masa mendatang.Pada laporan keuangan per 30  September 2008 ULTJ, disebutkan bahwa laba bersih perseroan melonjak drastis  hingga 700 persen. Dari Rp39 miliar tahun 2007, menjadi Rp338,55 miliar pada 2008.  Lonjakan tinggi tersebut, menurut Eddi, disebabkan penjualan merk dagang Buavita  kepada Unilever, senilai Rp400 miliar, baru dimasukkan pada laporan keuangan  perseroan.&amp;quot;Kenaikan laba bersih sampai dengan September 2008,  disebabkan adanya penjualan merk dagang Buavita tersebut, setelah dikurangi  dengan biaya-biaya, fee konsultan, dan lain-lain,&amp;quot; terang Eddi.Sehingga  laba bersih penjualan sembilan bulan pertama 2008 itu tidak mencerminkan kondisi  penjualan sesungguhnya. Sebab, bila melihat penjualan hingga kuartal III-2008 hanya tumbuh 21,1 persen, menjadi Rp1,017 triliun dari Rp839,628 miliar  periode sama 2007.</description><content:encoded>JAKARTA - Dampak penjualan merek dagang Buavita yang dilakukan PT Ultrajaya  Milk Industry &amp;amp; Trading Company Tbk (ULTJ) kepada PT Unilever Indonesia Tbk  (UNVR) mulai terasa pada pembukuan kuartal III-2008. Laba usaha perseroan per 30  September 2008, turun 488,96 persen.&amp;quot;Kontribusi marjin Buavita pada saat  masih milik perseroan adalah sekira 17 persen. Namun dengan dijualnya merk dagang  tersebut, otomatis kontribusi marjin pun hilang,&amp;quot; ujar Sekertaris Perusahaan  ULTJ Eddi Kurniadi, di Jakarta, Rabu (10/12/2008).Sementara untuk laba kotor hingga kuartal III-2008, justru turun sebesar 13 persen, dari Rp254,17 miliar pada 2007 menjadi Rp224,896 miliar periode sama 2008.Sedangkan beban usaha meningkat 21,96 persen, menjadi Rp211,132 miliar dari sebelumnya Rp173,11 miliar. Hal ini membuat laba usaha menurun drastis 488,96 persen, menjadi Rp13,763 miliar dari Rp81,059 miliar periode sama 2007. Lepasnya Buavita diperkirakan akan menekan laba perseroan di masa mendatang.Pada laporan keuangan per 30  September 2008 ULTJ, disebutkan bahwa laba bersih perseroan melonjak drastis  hingga 700 persen. Dari Rp39 miliar tahun 2007, menjadi Rp338,55 miliar pada 2008.  Lonjakan tinggi tersebut, menurut Eddi, disebabkan penjualan merk dagang Buavita  kepada Unilever, senilai Rp400 miliar, baru dimasukkan pada laporan keuangan  perseroan.&amp;quot;Kenaikan laba bersih sampai dengan September 2008,  disebabkan adanya penjualan merk dagang Buavita tersebut, setelah dikurangi  dengan biaya-biaya, fee konsultan, dan lain-lain,&amp;quot; terang Eddi.Sehingga  laba bersih penjualan sembilan bulan pertama 2008 itu tidak mencerminkan kondisi  penjualan sesungguhnya. Sebab, bila melihat penjualan hingga kuartal III-2008 hanya tumbuh 21,1 persen, menjadi Rp1,017 triliun dari Rp839,628 miliar  periode sama 2007.</content:encoded></item></channel></rss>
