<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lepas Bentoel, Rajawali Fokus di Properti &amp; Tambang</title><description>PT Rajawali Corpora melepas kepemilikan di Bentoel kepada British American Tobacco Plc. Perusahaan di bawah naungan Grup Rajawali itu ingin fokus pada sektor properti, perkebunan, dan pertambangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230093/lepas-bentoel-rajawali-fokus-di-properti-tambang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230093/lepas-bentoel-rajawali-fokus-di-properti-tambang"/><item><title>Lepas Bentoel, Rajawali Fokus di Properti &amp; Tambang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230093/lepas-bentoel-rajawali-fokus-di-properti-tambang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230093/lepas-bentoel-rajawali-fokus-di-properti-tambang</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2009 10:53 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfajri Budi Nugroho</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/17/278/230093/pLqKqP7OSe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/17/278/230093/pLqKqP7OSe.jpg</image><title>(ist)</title></images><description>JAKARTA - PT Rajawali Corpora melepas kepemilikan di PT Bentoel Internasional Investama Tbk kepada British American Tobacco Plc (BAT). Perusahaan di bawah naungan Grup Rajawali itu ingin fokus pada sektor properti, perkebunan, dan pertambangan.&amp;quot;Rajawali melihat peluang dan waktu yang tepat sehingga melepas sahamnya di Bentoel. Sebagai investment company, kami ingin memfokuskan perhatian pada ketiga bidang tersebut,&amp;quot; kata Darjoto Setyawan, Managing Director Business Development Grup Rajawali, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Rabu (17/6/2009).Rajawali telah melakukan restrukturisasi keuangan dan membawa manajemen modern ke perusahaan rokok terbesar di Malang ini, sehingga Bentoel berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.Pada tahun 2008, Bentoel memproduksi 17,7 miliar batang. Pencapaian ini merupakan rekor penjualan tertinggi dalam 78 tahun sejarah Bentoel. Pada tahun 2008, Bentoel merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 7 persen. Tahun lalu, Bentoel juga merupakan perusahaan rokok yang tumbuh paling cepat sehingga membukukan pendapatan sekitar 30 persen menjadi Rp5,941 triliun.Masih dalam tahun lalu, Bentoel berhasil mencatatkan EBITDA Rp514 miliar dan pendapatan bersih Rp239 miliar.&amp;quot;Rajawali yakin pemilik Bentoel yang baru adalah pembeli yang tepat. Rajawali berharap akan terjadi sinergi antara Bentoel dengan pemilik baru karena pemilik baru memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang industri rokok. Dengan demikian, diharapkan pemilik baru akan dapat melanjutkan kesinambungan usaha dan pengembangan Bentoel,&amp;quot; urai Darjoto.Bentoel didirikan sekitar tahun 1930 sebagai perusahaan rokok kretek keluarga.Â Pada tahun 1950an, perusahaan sudah menjadi pioner dalam proses pengolahan tembakau secara otomatis. Sekitar tahun 1960an, Bentoel membangun pabrik rokok modern dengan memperkenalkan mesin modern untuk menghasilkan rokok sigaret mesin (SKM). Sekitar tahun 1970-1985an, Bentoel mengalami masa kejayaan.Sementara bidang usaha yang menjadi bisnis utama kelompok usaha Rajawali adalah perkebunan, pertambangan dan properti.Sedangkan pembeli Bentoel, BAT, merupakan perusahaan rokok multinasional kedua terbesar di dunia. Lewat anak-anak perusahaannya, setiap tahun BAT memproduksi 715 miliar batang yang diproduksi di 49 pabrik yang berlokasi di 41 negara. Produk BAT telah dipasarkan di 180 negara.Beberapa merek rokok BAT yang sudah dikenal juga di Indonesia antara lain Dunhill, Pall Mall, Lucky Strike, dan Ardath.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Rajawali Corpora melepas kepemilikan di PT Bentoel Internasional Investama Tbk kepada British American Tobacco Plc (BAT). Perusahaan di bawah naungan Grup Rajawali itu ingin fokus pada sektor properti, perkebunan, dan pertambangan.&amp;quot;Rajawali melihat peluang dan waktu yang tepat sehingga melepas sahamnya di Bentoel. Sebagai investment company, kami ingin memfokuskan perhatian pada ketiga bidang tersebut,&amp;quot; kata Darjoto Setyawan, Managing Director Business Development Grup Rajawali, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Rabu (17/6/2009).Rajawali telah melakukan restrukturisasi keuangan dan membawa manajemen modern ke perusahaan rokok terbesar di Malang ini, sehingga Bentoel berhasil tumbuh menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.Pada tahun 2008, Bentoel memproduksi 17,7 miliar batang. Pencapaian ini merupakan rekor penjualan tertinggi dalam 78 tahun sejarah Bentoel. Pada tahun 2008, Bentoel merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 7 persen. Tahun lalu, Bentoel juga merupakan perusahaan rokok yang tumbuh paling cepat sehingga membukukan pendapatan sekitar 30 persen menjadi Rp5,941 triliun.Masih dalam tahun lalu, Bentoel berhasil mencatatkan EBITDA Rp514 miliar dan pendapatan bersih Rp239 miliar.&amp;quot;Rajawali yakin pemilik Bentoel yang baru adalah pembeli yang tepat. Rajawali berharap akan terjadi sinergi antara Bentoel dengan pemilik baru karena pemilik baru memiliki kemampuan dan pengalaman di bidang industri rokok. Dengan demikian, diharapkan pemilik baru akan dapat melanjutkan kesinambungan usaha dan pengembangan Bentoel,&amp;quot; urai Darjoto.Bentoel didirikan sekitar tahun 1930 sebagai perusahaan rokok kretek keluarga.Â Pada tahun 1950an, perusahaan sudah menjadi pioner dalam proses pengolahan tembakau secara otomatis. Sekitar tahun 1960an, Bentoel membangun pabrik rokok modern dengan memperkenalkan mesin modern untuk menghasilkan rokok sigaret mesin (SKM). Sekitar tahun 1970-1985an, Bentoel mengalami masa kejayaan.Sementara bidang usaha yang menjadi bisnis utama kelompok usaha Rajawali adalah perkebunan, pertambangan dan properti.Sedangkan pembeli Bentoel, BAT, merupakan perusahaan rokok multinasional kedua terbesar di dunia. Lewat anak-anak perusahaannya, setiap tahun BAT memproduksi 715 miliar batang yang diproduksi di 49 pabrik yang berlokasi di 41 negara. Produk BAT telah dipasarkan di 180 negara.Beberapa merek rokok BAT yang sudah dikenal juga di Indonesia antara lain Dunhill, Pall Mall, Lucky Strike, dan Ardath.</content:encoded></item></channel></rss>
