<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Diimbau Proaktif Majukan Industri Animasi</title><description>Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) meminta kebijakan pemerintah lebih proaktif untuk memajukan industri animasi sebagai salah satu industri kreatif Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230289/pemerintah-diimbau-proaktif-majukan-industri-animasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230289/pemerintah-diimbau-proaktif-majukan-industri-animasi"/><item><title>Pemerintah Diimbau Proaktif Majukan Industri Animasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230289/pemerintah-diimbau-proaktif-majukan-industri-animasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/06/17/278/230289/pemerintah-diimbau-proaktif-majukan-industri-animasi</guid><pubDate>Rabu 17 Juni 2009 16:25 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Meryani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/17/278/230289/S2L5brLJZn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok ainaki.or.id</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/17/278/230289/S2L5brLJZn.jpg</image><title>Foto: Dok ainaki.or.id</title></images><description>JAKARTA - Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) meminta kebijakan pemerintah lebih proaktif untuk memajukan industri animasi sebagai salah satu industri kreatif Indonesia.&amp;quot;Kami minta ke pemerintah untuk kebijakan supaya ada ketentuan film animasi diberi ruang pada siaran di TV dengan memberikan slot bagi film animasi lokal seminggu selama sekira satu jam,&amp;quot; ujar Chairman Ainaki, Denny A Djoenaidi, di Kantor Departemen Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (17/6/2009).Dikatakannya, industri animasi dan konten Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Adapun biaya produksi pembuatan animasi lokal sebenarnya jauh lebih murah dibanding produk impor, yaitu 1:9.Saat ini, pertumbuhan industri animasi mengalami kesulitan karena sejumlah permasalahan, utamanya terkait masalah pembiayaan. &amp;quot;Pembiayaan juga masalah, mereka jalan sendiri-sendiri, karena produksi film belum terbuka lebar,&amp;quot; tambahnya.Sedangkan kendala yang dihadapi di sektor Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum terasah. Diakuinya, potensi SDM animasi Indonesia tidak kalah dengan negara lain, namun masih kalah perkembangannya dan persaingannya.&amp;quot;Sebenarnya kita peluangnya bagus tapi SDM-nya belum diasah. Thailand tidak menilai Indonesia sebagai saingannya, tapi justru Vietnam karena mereka lebih maju,&amp;quot; ungkapnya.Saat ini Ainaki beranggotakan sekira 30-an perusahaan yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Bali.  </description><content:encoded>JAKARTA - Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) meminta kebijakan pemerintah lebih proaktif untuk memajukan industri animasi sebagai salah satu industri kreatif Indonesia.&amp;quot;Kami minta ke pemerintah untuk kebijakan supaya ada ketentuan film animasi diberi ruang pada siaran di TV dengan memberikan slot bagi film animasi lokal seminggu selama sekira satu jam,&amp;quot; ujar Chairman Ainaki, Denny A Djoenaidi, di Kantor Departemen Perdagangan, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (17/6/2009).Dikatakannya, industri animasi dan konten Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Adapun biaya produksi pembuatan animasi lokal sebenarnya jauh lebih murah dibanding produk impor, yaitu 1:9.Saat ini, pertumbuhan industri animasi mengalami kesulitan karena sejumlah permasalahan, utamanya terkait masalah pembiayaan. &amp;quot;Pembiayaan juga masalah, mereka jalan sendiri-sendiri, karena produksi film belum terbuka lebar,&amp;quot; tambahnya.Sedangkan kendala yang dihadapi di sektor Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum terasah. Diakuinya, potensi SDM animasi Indonesia tidak kalah dengan negara lain, namun masih kalah perkembangannya dan persaingannya.&amp;quot;Sebenarnya kita peluangnya bagus tapi SDM-nya belum diasah. Thailand tidak menilai Indonesia sebagai saingannya, tapi justru Vietnam karena mereka lebih maju,&amp;quot; ungkapnya.Saat ini Ainaki beranggotakan sekira 30-an perusahaan yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Bali.  </content:encoded></item></channel></rss>
