<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bhakti Capital Tak Bagikan Dividen</title><description> PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) mengungkapkan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008. Dana dari laba bersih tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/19/278/230887/bhakti-capital-tak-bagikan-dividen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/06/19/278/230887/bhakti-capital-tak-bagikan-dividen"/><item><title>Bhakti Capital Tak Bagikan Dividen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/06/19/278/230887/bhakti-capital-tak-bagikan-dividen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/06/19/278/230887/bhakti-capital-tak-bagikan-dividen</guid><pubDate>Jum'at 19 Juni 2009 10:52 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/06/19/278/230887/T9A9lqD2Qr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Image: Corbis.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/06/19/278/230887/T9A9lqD2Qr.jpg</image><title>Image: Corbis.</title></images><description>JAKARTA - PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) mengungkapkan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008. Dana dari laba bersih tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan.Â &amp;quot;RUPST memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan seluruh laba bersih perseroan untuk tahun buku 2008 akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan perseroan,&amp;quot; ujar Direktur Utama Darma Putra dalam paparan publik, usai RUPST, di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (19/6/2009).Â Pada 2008, anak perusahaan dari Bhakti Investama tersebut, mencatatkan laba bersih sebesar Rp16 miliar. Padahal pada tahun sebelumnya perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp106 miliar.Menurunnya laba bersih tersebut disebabkan beberapa hal, yakni penurunan pendapatan sebesar 14 persen menjadi Rp214 miliar. Penurunan ini karena penurunan pendapatan investment banking dan pendapatan komisi perantara pedagang efek. Ditambah lagi dengan kenaikan kewajiban perseroan sebesar 61 persen menjadi Rp1,03 triliun.&amp;quot;Kondisi yang dialami perseroan ini tidak bisa dihindari mengingat krisis global yang menerpa perekonomian Indonesia turut andil terhadap penurunan perolehan pendapatan anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan,&amp;quot; kata Darma.Â Kendati demikian, perseroan juga mencatat sejumlah peningkatan pendapatan cukup significan disektor pembiayaan konsumen meningkat sebanyak 60 persen menjadi Rp138 miliar. Begitu juga dengan sektor manager investasi mengalami kenaikan sebear 72 persen menjadi Rp133 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bhakti Capital Indonesia Tbk (BCAP) mengungkapkan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2008. Dana dari laba bersih tersebut akan digunakan untuk memperkuat permodalan perusahaan.Â &amp;quot;RUPST memutuskan untuk tidak membagikan dividen dan seluruh laba bersih perseroan untuk tahun buku 2008 akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat permodalan perseroan,&amp;quot; ujar Direktur Utama Darma Putra dalam paparan publik, usai RUPST, di Menara Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (19/6/2009).Â Pada 2008, anak perusahaan dari Bhakti Investama tersebut, mencatatkan laba bersih sebesar Rp16 miliar. Padahal pada tahun sebelumnya perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp106 miliar.Menurunnya laba bersih tersebut disebabkan beberapa hal, yakni penurunan pendapatan sebesar 14 persen menjadi Rp214 miliar. Penurunan ini karena penurunan pendapatan investment banking dan pendapatan komisi perantara pedagang efek. Ditambah lagi dengan kenaikan kewajiban perseroan sebesar 61 persen menjadi Rp1,03 triliun.&amp;quot;Kondisi yang dialami perseroan ini tidak bisa dihindari mengingat krisis global yang menerpa perekonomian Indonesia turut andil terhadap penurunan perolehan pendapatan anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan,&amp;quot; kata Darma.Â Kendati demikian, perseroan juga mencatat sejumlah peningkatan pendapatan cukup significan disektor pembiayaan konsumen meningkat sebanyak 60 persen menjadi Rp138 miliar. Begitu juga dengan sektor manager investasi mengalami kenaikan sebear 72 persen menjadi Rp133 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
