<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garda Tujuh Gunakan Dana IPO untuk Capex</title><description>Dana hasil initial public offering (IPO) PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sebesar Rp210,996 miliar, sekira Rp95,5 miliar akan dipergunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/07/09/278/237164/garda-tujuh-gunakan-dana-ipo-untuk-capex</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/07/09/278/237164/garda-tujuh-gunakan-dana-ipo-untuk-capex"/><item><title>Garda Tujuh Gunakan Dana IPO untuk Capex</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/07/09/278/237164/garda-tujuh-gunakan-dana-ipo-untuk-capex</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/07/09/278/237164/garda-tujuh-gunakan-dana-ipo-untuk-capex</guid><pubDate>Kamis 09 Juli 2009 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/07/09/278/237164/epL0phMp7q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/07/09/278/237164/epL0phMp7q.jpg</image><title>Foto: Koran SI</title></images><description>JAKARTA - Dana hasil initial public offering (IPO) PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sebesar Rp210,996 miliar, sekira Rp95,5 miliar akan dipergunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex).&amp;quot;Capex yang ada lebih banyak akan dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, seperti flick, ada tracking, dan dryer itu sendiri,&amp;quot; ungkap Direktur Pengembangan Bisnis GTBO Socrates Rudy Sirait, di sela konferensi pers, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2009).Dia menjelaskan, perseroan saat ini juga tengah menyiapkan empat alat pengeringan (dryer). Pasalnya, batu bara yang dihasilkan perseroan memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yakni sebesar 50 persen. Dengan dryer tersebut, maka kandungan airnya akan berkurang menjadi 35 persen saja.&amp;quot;Fasilitas dryer dan konstruksi civil-nya sudah selesai akhir Agustus dan akan dilakukan testing. Kalau lancar akan segera dilanjutkan sehingga sehingga kapasitas prosesing dan output akan meningkat,&amp;quot; imbuhnya.Selanjutnya, sebesar Rp19,3 miliar akan dipergunakan perseroan untuk membayar utang dalam pembelian alat untuk meningkatkan produksinya.&amp;quot;Utang yang akan diliunasi atas pembelian dryer, pembelian drug truck, dan pembelian pompa. Jadi sebesar Rp19,381 miliar hanya (akan dibayarkan) kepada satu pihak Briscon Holding, tempat kita melakukan pembelian ini dan akan kita lunasi,&amp;quot; jelasnya.Sedangkan sisanya, sebesar Rp96 miliar akan dipergunakan perseroan sebagai modal kerja. &amp;quot;Untuk modal kerja sebesar Rp96 miliar,&amp;quot; katanya. </description><content:encoded>JAKARTA - Dana hasil initial public offering (IPO) PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sebesar Rp210,996 miliar, sekira Rp95,5 miliar akan dipergunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex).&amp;quot;Capex yang ada lebih banyak akan dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, seperti flick, ada tracking, dan dryer itu sendiri,&amp;quot; ungkap Direktur Pengembangan Bisnis GTBO Socrates Rudy Sirait, di sela konferensi pers, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/7/2009).Dia menjelaskan, perseroan saat ini juga tengah menyiapkan empat alat pengeringan (dryer). Pasalnya, batu bara yang dihasilkan perseroan memiliki kandungan air yang cukup tinggi, yakni sebesar 50 persen. Dengan dryer tersebut, maka kandungan airnya akan berkurang menjadi 35 persen saja.&amp;quot;Fasilitas dryer dan konstruksi civil-nya sudah selesai akhir Agustus dan akan dilakukan testing. Kalau lancar akan segera dilanjutkan sehingga sehingga kapasitas prosesing dan output akan meningkat,&amp;quot; imbuhnya.Selanjutnya, sebesar Rp19,3 miliar akan dipergunakan perseroan untuk membayar utang dalam pembelian alat untuk meningkatkan produksinya.&amp;quot;Utang yang akan diliunasi atas pembelian dryer, pembelian drug truck, dan pembelian pompa. Jadi sebesar Rp19,381 miliar hanya (akan dibayarkan) kepada satu pihak Briscon Holding, tempat kita melakukan pembelian ini dan akan kita lunasi,&amp;quot; jelasnya.Sedangkan sisanya, sebesar Rp96 miliar akan dipergunakan perseroan sebagai modal kerja. &amp;quot;Untuk modal kerja sebesar Rp96 miliar,&amp;quot; katanya. </content:encoded></item></channel></rss>
