<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tanpa Efesiensi, RI Korban Perdagangan Bebas</title><description>Indonesia dipastikan akan terus menjadi korban perdagangan bebas, jika tidak mampu melakukan efesiensi dalam kompetisi usaha dengan negara tetangga.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/08/12/320/247386/tanpa-efesiensi-ri-korban-perdagangan-bebas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/08/12/320/247386/tanpa-efesiensi-ri-korban-perdagangan-bebas"/><item><title>Tanpa Efesiensi, RI Korban Perdagangan Bebas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/08/12/320/247386/tanpa-efesiensi-ri-korban-perdagangan-bebas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/08/12/320/247386/tanpa-efesiensi-ri-korban-perdagangan-bebas</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2009 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Nabhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/08/12/320/247386/RRJT1w8Lmq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/08/12/320/247386/RRJT1w8Lmq.jpg</image><title>(Foto: AFP)</title></images><description>JAKARTA - Indonesia dipastikan akan terus menjadi korban perdagangan bebas, jika tidak mampu melakukan efesiensi dalam kompetisi usaha dengan negara tetangga. Pasalnya, kunci kesuksesan dalam persaingan usaha adalah efesiensi.&amp;quot;Persaingan dalam dunia usaha tidak bisa dielakkan lagi dan untuk itu diperlukan efesiensi. Tapi di Indonesia efesiensi tidak ada,&amp;quot; kata Ketum Hipmi Erwin Aksa kepada wartawan saat konfrensi pers pembukaan Hipmi Expo di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2009).Selama ini pemerintah atau perbankan kurang memperhatikan efesiensi untuk dunia usaha. Hambatan bagi upaya efesiensi berupa regulasi yang tidak mendukung hingga persoalan infrastruktur.Hal senada juga disampaikan Ketum Kadin MS Hidayat bahwa efesiensi di tengah persaingan usaha sangat diperlukan. &amp;quot;Kalau tidak ada efesiensi, Indonesia hanya akan menjadi korban dari produk perdagangan bebas,&amp;quot; ungkapnya.Ia pun meminta segala bentuk perjanjian perdagangan bebas dengan negara luar ditunda, jika pemerintah belum siap dalam regulasi dan infrastruktur. Karena di tahun 2015, ASEAN economy community tidak lagi mengenal batas dan pajak dengan negara lain. &amp;quot;Bila pemerintah tidak siap, sebaiknya segala bentuk perjanjian FTZ ditunda dulu,&amp;quot; tegasnya.Kata Hidayat, Kadin akan segera menyerahkan road map ekonomi dan industri untuk 2015 hingga 2030 kepada pemerintah pada awal September tahun ini, atau lebih cepat dari target sebelumnya Oktober.Dalam road map tersebut, Kadin mendesak perlunya ada perbaikan regulasi dan infrastruktur. Sebagai contoh selama ini, para pengusaha kesulitan dalam pembebasan lahan dalam bisnis jalan tol, irigasi, atau bandara. &amp;quot;Reformasi birokrasi, perbaikan infrastruktur, dan aturan baru sangat diperlukan,&amp;quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia dipastikan akan terus menjadi korban perdagangan bebas, jika tidak mampu melakukan efesiensi dalam kompetisi usaha dengan negara tetangga. Pasalnya, kunci kesuksesan dalam persaingan usaha adalah efesiensi.&amp;quot;Persaingan dalam dunia usaha tidak bisa dielakkan lagi dan untuk itu diperlukan efesiensi. Tapi di Indonesia efesiensi tidak ada,&amp;quot; kata Ketum Hipmi Erwin Aksa kepada wartawan saat konfrensi pers pembukaan Hipmi Expo di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2009).Selama ini pemerintah atau perbankan kurang memperhatikan efesiensi untuk dunia usaha. Hambatan bagi upaya efesiensi berupa regulasi yang tidak mendukung hingga persoalan infrastruktur.Hal senada juga disampaikan Ketum Kadin MS Hidayat bahwa efesiensi di tengah persaingan usaha sangat diperlukan. &amp;quot;Kalau tidak ada efesiensi, Indonesia hanya akan menjadi korban dari produk perdagangan bebas,&amp;quot; ungkapnya.Ia pun meminta segala bentuk perjanjian perdagangan bebas dengan negara luar ditunda, jika pemerintah belum siap dalam regulasi dan infrastruktur. Karena di tahun 2015, ASEAN economy community tidak lagi mengenal batas dan pajak dengan negara lain. &amp;quot;Bila pemerintah tidak siap, sebaiknya segala bentuk perjanjian FTZ ditunda dulu,&amp;quot; tegasnya.Kata Hidayat, Kadin akan segera menyerahkan road map ekonomi dan industri untuk 2015 hingga 2030 kepada pemerintah pada awal September tahun ini, atau lebih cepat dari target sebelumnya Oktober.Dalam road map tersebut, Kadin mendesak perlunya ada perbaikan regulasi dan infrastruktur. Sebagai contoh selama ini, para pengusaha kesulitan dalam pembebasan lahan dalam bisnis jalan tol, irigasi, atau bandara. &amp;quot;Reformasi birokrasi, perbaikan infrastruktur, dan aturan baru sangat diperlukan,&amp;quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
