<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indofarma Bidik Tambahan Pendapatan Rp400 M</title><description>PT Indofarma Tbk (INAF) membidik tambahan pendapatan dari proyek pemerintah senilai rata-rata Rp400 miliar pada semester II-2009. Jika proyek tersebut berjalan, INAF optimistis target pendapatan tahun ini akan tercapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/02/278/253889/indofarma-bidik-tambahan-pendapatan-rp400-m</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/09/02/278/253889/indofarma-bidik-tambahan-pendapatan-rp400-m"/><item><title>Indofarma Bidik Tambahan Pendapatan Rp400 M</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/02/278/253889/indofarma-bidik-tambahan-pendapatan-rp400-m</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/09/02/278/253889/indofarma-bidik-tambahan-pendapatan-rp400-m</guid><pubDate>Rabu 02 September 2009 18:53 WIB</pubDate><dc:creator>J Erna</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/02/278/253889/EzA2eoral0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. Foto: Heru Haryono/okezone.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/02/278/253889/EzA2eoral0.jpg</image><title>Rupiah. Foto: Heru Haryono/okezone.com</title></images><description>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) membidik tambahan pendapatan dari proyek pemerintah senilai rata-rata Rp400 miliar pada semester II-2009. Jika proyek tersebut berjalan, INAF optimistis target pendapatan tahun ini akan tercapai.Direktur Utama Indofarma P Sudibyo mengatakan, jika proyek dari pemerintah berjalan di sisa tahun ini, maka target pendapatan perusahaan akan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini akan tercapai.&amp;quot;Saya masih optimistis karena masih banyak proyek pemerintah yang belum jalan, semua tender-tender belum jalan, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) juga belum efektif,&amp;quot; kata dia di Jakarta, Rabu (2/9/2009).Lebih lanjut dia menuturkan, target pendapatan perusahaan sesuai dengan RKAP sebesar Rp1,5 triliun. Sementara, pada semester I-2009, rugi bersih yang dicatat perusahaan naik 78,06 persen menjadi Rp45,815 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp25,731 miliar.Sedangkan penjualan bersih menurun sebesar 13,57 persen menjadi Rp257 miliar dari periode yang sama sebelumnya senilai Rp297,700 miliar.Dia menjelaskan, pada semester I-2009 pendapatan perusahaan menurun akibat permintaan obat-obatan yang menurun. Kendati demikian, dia mengaku, program produksi obat murah yang dicanangkan pemerintah tidak membebani perusahaan.Pasalnya, program obat murah tersebut bukan sumber pendapatan utama perusahaan. &amp;quot;Yang penting adalah kepentingan rakyat, itu bukan kepentingan komersil,&amp;quot; ujar dia.Dia melanjutkan, pada semester II-2009 ini, Sudibyo menambahkan, pendapatan juga akan dipicu dari upaya perusahaan untuk meningkatkan produksi dan distribusi obat-obatan, yang merupakan bagian dari efisiensi perusahaan. Karena itu, pada semester II-2009, INAF menargetkan meraup laba sebesar Rp25 miliar.  </description><content:encoded>JAKARTA - PT Indofarma Tbk (INAF) membidik tambahan pendapatan dari proyek pemerintah senilai rata-rata Rp400 miliar pada semester II-2009. Jika proyek tersebut berjalan, INAF optimistis target pendapatan tahun ini akan tercapai.Direktur Utama Indofarma P Sudibyo mengatakan, jika proyek dari pemerintah berjalan di sisa tahun ini, maka target pendapatan perusahaan akan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun ini akan tercapai.&amp;quot;Saya masih optimistis karena masih banyak proyek pemerintah yang belum jalan, semua tender-tender belum jalan, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) juga belum efektif,&amp;quot; kata dia di Jakarta, Rabu (2/9/2009).Lebih lanjut dia menuturkan, target pendapatan perusahaan sesuai dengan RKAP sebesar Rp1,5 triliun. Sementara, pada semester I-2009, rugi bersih yang dicatat perusahaan naik 78,06 persen menjadi Rp45,815 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp25,731 miliar.Sedangkan penjualan bersih menurun sebesar 13,57 persen menjadi Rp257 miliar dari periode yang sama sebelumnya senilai Rp297,700 miliar.Dia menjelaskan, pada semester I-2009 pendapatan perusahaan menurun akibat permintaan obat-obatan yang menurun. Kendati demikian, dia mengaku, program produksi obat murah yang dicanangkan pemerintah tidak membebani perusahaan.Pasalnya, program obat murah tersebut bukan sumber pendapatan utama perusahaan. &amp;quot;Yang penting adalah kepentingan rakyat, itu bukan kepentingan komersil,&amp;quot; ujar dia.Dia melanjutkan, pada semester II-2009 ini, Sudibyo menambahkan, pendapatan juga akan dipicu dari upaya perusahaan untuk meningkatkan produksi dan distribusi obat-obatan, yang merupakan bagian dari efisiensi perusahaan. Karena itu, pada semester II-2009, INAF menargetkan meraup laba sebesar Rp25 miliar.  </content:encoded></item></channel></rss>
