<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Tunjuk Bank BUMN Danai Alutsista</title><description> Pemerintah menganggarkan Rp1 triliun pada tahun depan untuk membiayai produk-produk pertahanan atau alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dihasilkan di dalam negeri. Anggaran ini akan diupayakan dari pinjaman dalam negeri.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/05/20/254754/pemerintah-tunjuk-bank-bumn-danai-alutsista</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/09/05/20/254754/pemerintah-tunjuk-bank-bumn-danai-alutsista"/><item><title>Pemerintah Tunjuk Bank BUMN Danai Alutsista</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/05/20/254754/pemerintah-tunjuk-bank-bumn-danai-alutsista</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/09/05/20/254754/pemerintah-tunjuk-bank-bumn-danai-alutsista</guid><pubDate>Sabtu 05 September 2009 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Meutia Rahmi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/05/20/254754/uvFWgrv9fF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/05/20/254754/uvFWgrv9fF.jpg</image><title>Foto: Koran SI.</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menganggarkan Rp1 triliun pada tahun depan untuk membiayai produk-produk pertahanan atau alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dihasilkan di dalam negeri. Anggaran ini akan diupayakan dari pinjaman dalam negeri. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, pinjaman tersebut bisa berasal dari perbankan BUMN maupun pemerintah daerah. &amp;quot;Tetapi yang kita harapkan pertama kali adalah dari perbankan BUMN,&amp;quot; ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (04/09/2009) malam.Pembiayaan alutsista, Rahmat melanjutkan, juga akan diupayakan dari pinjaman antarnegara (government to government). Saat ini, ujarnya, pemerintah masih memiliki jatah pinjaman dari Rusia untuk membiayai produk-produk pertahanan. Dari pagu USD1 miliar, pemerintah baru memakai USD100 juta. Lambatnya penyerapan utang dari Rusia ini, menurut Rahmat, terkait prosedur pencairan utang disana yang sedikit berbeda. &amp;quot;Rusia ini agak unik karena mereka baru terjun ke dunia financing jadi banyak yang harus dibicarakan,&amp;quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menganggarkan Rp1 triliun pada tahun depan untuk membiayai produk-produk pertahanan atau alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dihasilkan di dalam negeri. Anggaran ini akan diupayakan dari pinjaman dalam negeri. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, pinjaman tersebut bisa berasal dari perbankan BUMN maupun pemerintah daerah. &amp;quot;Tetapi yang kita harapkan pertama kali adalah dari perbankan BUMN,&amp;quot; ujarnya di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (04/09/2009) malam.Pembiayaan alutsista, Rahmat melanjutkan, juga akan diupayakan dari pinjaman antarnegara (government to government). Saat ini, ujarnya, pemerintah masih memiliki jatah pinjaman dari Rusia untuk membiayai produk-produk pertahanan. Dari pagu USD1 miliar, pemerintah baru memakai USD100 juta. Lambatnya penyerapan utang dari Rusia ini, menurut Rahmat, terkait prosedur pencairan utang disana yang sedikit berbeda. &amp;quot;Rusia ini agak unik karena mereka baru terjun ke dunia financing jadi banyak yang harus dibicarakan,&amp;quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
