<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah akan Kesulitan Menguat</title><description>Ternyata tidak hanya indeks harga saham gabungan yang rawan atas aksi ambil untung (profit taking), mata uang rupiah juga sangat rawan terhadap profit taking.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/29/278/260613/rupiah-akan-kesulitan-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/09/29/278/260613/rupiah-akan-kesulitan-menguat"/><item><title>Rupiah akan Kesulitan Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/09/29/278/260613/rupiah-akan-kesulitan-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/09/29/278/260613/rupiah-akan-kesulitan-menguat</guid><pubDate>Selasa 29 September 2009 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/09/29/278/260613/M4BDEJAasc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SI.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/09/29/278/260613/M4BDEJAasc.jpg</image><title>Foto: Koran SI.</title></images><description>JAKARTA - Ternyata tidak hanya indeks harga saham gabungan yang rawan atas aksi ambil untung (profit taking), mata uang rupiah juga sangat rawan terhadap profit taking.&amp;quot;Posisi rupiah sama dengan IHSG, yakni sama-sama rawan profit taking,&amp;quot; kata kepala ekonom BNI Tony Prasetiantono saat dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (29/9/2009).Menurutnya, pada level rupiah sekarang sebenarnya rupiah mulai mengarah pada level tertingginya yang bisa dicapai. Dia berpendapat batas tertinggi dari rupiah adalah sebesar Rp9.500 per USD. &amp;quot;Namun untuk menuju ke sana diperlukan sentimen yang benar-benar signifikan,&amp;quot; jelasnya.Sayangnya, sejauh ini sentimen dari kondisi fundamental ekonomi Indonesia belum ada yang signifikan. Dengan demikian, penguatan rupiah akhir-akhir ini lebih banyak mengandalkan pelemahan dolar Amerika.Untuk nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi masih melemah tipis di level Rp9.740-9.760 per USD. Pada level seperti sekarang, akan terjadi kenaikan permintaan pembelian dolar Amerika daripada sebaliknya, karena level USD dianggap terlalu murah. &amp;quot;It is time to buy dollar America, rather than to buy rupiah,&amp;quot; tandasnya.Sebelumnya, rupiah pada perdagangan Senin 28 September kemarin, ditutup melemah ke posisi Rp9.720-Rp9.750 per USD dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.650-Rp9.665 per USD.</description><content:encoded>JAKARTA - Ternyata tidak hanya indeks harga saham gabungan yang rawan atas aksi ambil untung (profit taking), mata uang rupiah juga sangat rawan terhadap profit taking.&amp;quot;Posisi rupiah sama dengan IHSG, yakni sama-sama rawan profit taking,&amp;quot; kata kepala ekonom BNI Tony Prasetiantono saat dihubungi okezone, di Jakarta, Selasa (29/9/2009).Menurutnya, pada level rupiah sekarang sebenarnya rupiah mulai mengarah pada level tertingginya yang bisa dicapai. Dia berpendapat batas tertinggi dari rupiah adalah sebesar Rp9.500 per USD. &amp;quot;Namun untuk menuju ke sana diperlukan sentimen yang benar-benar signifikan,&amp;quot; jelasnya.Sayangnya, sejauh ini sentimen dari kondisi fundamental ekonomi Indonesia belum ada yang signifikan. Dengan demikian, penguatan rupiah akhir-akhir ini lebih banyak mengandalkan pelemahan dolar Amerika.Untuk nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi masih melemah tipis di level Rp9.740-9.760 per USD. Pada level seperti sekarang, akan terjadi kenaikan permintaan pembelian dolar Amerika daripada sebaliknya, karena level USD dianggap terlalu murah. &amp;quot;It is time to buy dollar America, rather than to buy rupiah,&amp;quot; tandasnya.Sebelumnya, rupiah pada perdagangan Senin 28 September kemarin, ditutup melemah ke posisi Rp9.720-Rp9.750 per USD dibanding perdagangan akhir pekan lalu di level Rp9.650-Rp9.665 per USD.</content:encoded></item></channel></rss>
