<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menguat Tajam, Rupiah Diincar Profit Taking</title><description> Penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai terlalu cepat. Akibatnya, pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah menjadi sangat rawan atas aksi ambil untung yang dilakukan investor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2009/10/01/278/261425/menguat-tajam-rupiah-diincar-profit-taking</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2009/10/01/278/261425/menguat-tajam-rupiah-diincar-profit-taking"/><item><title>Menguat Tajam, Rupiah Diincar Profit Taking</title><link>https://economy.okezone.com/read/2009/10/01/278/261425/menguat-tajam-rupiah-diincar-profit-taking</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2009/10/01/278/261425/menguat-tajam-rupiah-diincar-profit-taking</guid><pubDate>Kamis 01 Oktober 2009 08:09 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/10/01/278/261425/K1T85h66IL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ist.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/10/01/278/261425/K1T85h66IL.jpg</image><title>Foto: Ist.</title></images><description>JAKARTA - Penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai terlalu cepat. Akibatnya, pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah menjadi sangat rawan atas aksi ambil untung yang dilakukan investor.Â &amp;quot;Namun saya berpendapat bahwa penguatan rupiah ke level Rp9.670-an termasuk terlalu cepat, sehingga rawan profit taking,&amp;quot; kata Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono, di Jakarta, Kamis (1/10/2009).Â Karena itu, dia menuturkan jika rupiah pada perdagangan hari ini akan mengalami koreksi. &amp;quot;Meski tidak terlalu besar, di range Rp9.670-9.700,&amp;quot; ujarnya.Â Menurutnya, penguatan rupiah yang terjadi kemarin disebabkan oleh sentimen positif yang non-ekonomi. Misalnya, pengungkapan laptop Noordin M Top (gembong teroris asal Malaysia) dia nilai cukup dramatis dan memberi confidence bahwa dari aspek keamanan, Indonesia mencatat prestasi gemilang, justru di saat negara lain sedang bermasalah. &amp;quot;Ini hal yang bisa membangkitkan optimisme perekonomian Indonesia,&amp;quot; jelasnya.Â Sementara itu, hal yang berbeda diungkapkan oleh analis valas Toni Mariano. Dia menuturkan, rupiah masih memiliki peluang untuk meneruskan penguatannya pada perdagangan hari ini.&amp;quot;Rupiah masih sangat bergantung dengan indeks Dow Jones, dan nampaknya indeks Dow Jones akan memberikan sentimen positif pada rupiah,&amp;quot; jelasnya.Secara fundamental perumbuhan ekonomi dunia sudah mulai kondusif saat ini. Optimistis itu nampaknya yang akan mengangkat indeks Dow Jones. &amp;quot;Walau dengan naiknya indeks Dow Jones, dolar Amerika akan menguat juga,&amp;quot; ucapnya.Â Menurutnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini masih akan berada dalam kiaran Rp9.600-9.700 per USD.</description><content:encoded>JAKARTA - Penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai terlalu cepat. Akibatnya, pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah menjadi sangat rawan atas aksi ambil untung yang dilakukan investor.Â &amp;quot;Namun saya berpendapat bahwa penguatan rupiah ke level Rp9.670-an termasuk terlalu cepat, sehingga rawan profit taking,&amp;quot; kata Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono, di Jakarta, Kamis (1/10/2009).Â Karena itu, dia menuturkan jika rupiah pada perdagangan hari ini akan mengalami koreksi. &amp;quot;Meski tidak terlalu besar, di range Rp9.670-9.700,&amp;quot; ujarnya.Â Menurutnya, penguatan rupiah yang terjadi kemarin disebabkan oleh sentimen positif yang non-ekonomi. Misalnya, pengungkapan laptop Noordin M Top (gembong teroris asal Malaysia) dia nilai cukup dramatis dan memberi confidence bahwa dari aspek keamanan, Indonesia mencatat prestasi gemilang, justru di saat negara lain sedang bermasalah. &amp;quot;Ini hal yang bisa membangkitkan optimisme perekonomian Indonesia,&amp;quot; jelasnya.Â Sementara itu, hal yang berbeda diungkapkan oleh analis valas Toni Mariano. Dia menuturkan, rupiah masih memiliki peluang untuk meneruskan penguatannya pada perdagangan hari ini.&amp;quot;Rupiah masih sangat bergantung dengan indeks Dow Jones, dan nampaknya indeks Dow Jones akan memberikan sentimen positif pada rupiah,&amp;quot; jelasnya.Secara fundamental perumbuhan ekonomi dunia sudah mulai kondusif saat ini. Optimistis itu nampaknya yang akan mengangkat indeks Dow Jones. &amp;quot;Walau dengan naiknya indeks Dow Jones, dolar Amerika akan menguat juga,&amp;quot; ucapnya.Â Menurutnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini masih akan berada dalam kiaran Rp9.600-9.700 per USD.</content:encoded></item></channel></rss>
